Bupati Pastikan akan Upayakan Perbaikan Tempat Tinggal Warga Terdampak Longsor Batu Raksasa

oleh -Dibaca 88 kali
CEK WARGA TERDAMPAK BENCANA. Bupati memastikan kondisi warga terdampak bencana pada Selasa (15/11/2022). (Foto: Dok. Instagram Indrata Nur Bayuaji)

Pacitanku.com, ARJOSARI – Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji memastikan jajarannya bersama pihak terkait akan mengupayakan perbaikan tempat tinggal warga terdampak longsor batu besar yang terjadi di Desa Gegeran, Kecamatan Arjosari, Pacitan.

Hal itu disampaikan oleh Bupati saat meninjau proses penanganan longsoran batu besar pada Selasa (15/11/2022).

‘’Setelah koordinasi bersama Kepala Desa Gegeran , Alhamdulillah batu longsoran sudah selesai ditangani, berikutnya bersama pihak terkait akan diupayakan untuk perbaikan tempat tinggal warga terdampak,”kata Bupati seperti diunggah di akun instagram resminya.

Secara khusus, dia meminta masyarakat Pacitan tetap waspada mengingat cuaca yang cukup ekstrem terjadi di Pacitan belakangan ini.“Tetap waspada nggih sedulur semua akhir-akhir ini cuaca memang sangat extrem. Semoga semua diberikan keselamatan,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, penanganan dampak pasca bencana alam batu raksasa yang menimpa rumah tiga warga pada Minggu (13/11/2022) malam lalu di Desa Gegeran Kecamatan Arjosari Pacitan terus dilakukan.

Setelah Senin (14/11/2022) kemarin Pemdes Gegeran, warga, TNI dan Polri membersihkan material dampak longsor, hari ini Selasa (15/11/2022) tim dari Bagsumda dan Urkes Polres Pacitan melakukan trauma healing untuk korban bencana.

Sementara satu alat berat pemecah batu breaker excavator yang dipinjam dari CV Ratna didatangkan untuk mulai memecah batu raksasa yang merusak tiga rumah warga tersebut, masing-masing rumah milik Agus, Susini dan Ahmad Rouf.

Pemerintah Desa (Pemdes) Gegeran bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Arjosari, TNI, Polri dan masyarakat telah mulai melakukan pembersihan material longsor batu raksasa yang terjadi pada Minggu (13/11/2022) malam.

Kepala Desa Gegeran Marischa menjelaskan kejadian yang berlangsung pada Minggu malam itu menyebabkan tiga rumah warga hancur dan dua lainnya kemungkinan tidak bisa dihuni.