Pacitan Gelar “Kangen Mlaku”, Ungkapan Rindu akan Budaya Malam 1 Suro

oleh -Dibaca 1.199 kali
Suasana Pantai Pancer Dorr saat sore hari. (Foto: Dok. Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi dan pertumbuhan manusia, tanpa disadari turut mengubah banyak sekali kebiasaan yang dahulu pernah dan rutin dilakukan.

Salah satunya adalah budaya jalan kaki beramai-ramai menuju pantai selatan Pacitan, yaitu di Pantai Pancer dan Teleng Ria.

Kala itu, setiap malam 1 Suro, sepanjang jalan protokol Pacitan menuju pantai, padat dengan masyarakat yang berjalan.

Bukan hanya ratusan, bahkan ribuan orang dari berbagai daerah berjalan menuju pantai Teleng Ria dan Pancer.

Walaupun di pantai tidak ada acara atau event besar, namun kala itu masyarakat ikhkas melakukan jalan kaki meskipun jarak yang ditempuh cukup jauh.

Banyak motivasi yang mendorong masyarakat berjalan saat itu. Ada yang berjalan hanya karena hiburan senang-senang bersama teman atau saudara, dan ada yang memang berjalan karena laku tirakat, terutama bagi sebagian kepercayaan kejawen.

“Saya masih mengalami dan menjadi bagian. Mulai jembatan Penceng hingga pantai. Jalan macet oleh orang yang berjalan. Suasana saat itu meskipun ramai. Tapi terasa khidmat,”kata Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Kamis (28/7/2022).

Budaya jalan menuju pantai di Pacitan pada era tahun 90-an, mulai hilang, seiring perkembangan teknologi dan kemajuan zaman. Hilangnya budaya berjalan tersebut pun terasa mendadak.

“Perkembagan teknologi menjadi salah satu faktor bergesernya budaya. Sebenarnya Saat inipun masih ada sebagian orang yang melakukan jalan menuju pantai. Bahkan mereka berasal dari luar kota seperti Ponorogo dan Wonogiri,”ungkap Nanang Anshori, praktisi kejawen Pacitan .

Kerinduan akan budaya mlaku atau berjalan yang hilang, tampaknya membuat sebagian masyarakat merasa rindu akan itu.

Karena diakui atau tidak, aktifitas tersebut mempunyai banyak sekali makna, mulai dari rasa gotong royong, kebersamaan, bahkan meningkatkan ekonomi masyarakat, sebab sepanjang jalan menuju pantai banyak sekali pedagang makanan dadakan.

“Ya kami kangen akan aktifitas itu. Dan Mas Aji (Bupati Pacitan) juga meraskan hal yang sama. Dan kami bersama ingin mengulang memori itu pada malam suro tahun ini,”jelas Ketua Dewan Kesenian Pacitan Khoirul Amin.

Kangen Mlaku ini tampaknya membuat Pemerintah Daerah bersama dengan berbagai komunitas akan kembali melakuannya pada malam 1 Suro tahun ini.

Harapannya masyarakat bisa kembali meraskan memori indah kala itu. Sehingga rasa kangen Pacitan akan selalu hadir di hati masyarakat.

Kegiatan itu direncanakan digelar pada Jumat (29/7/2022) bakda Maghrib atau tepat malam 1 Muharram 1444 H sebagai penanda dimulainya tahun baru Islam 1444 Hijriyah atau 1 Suro.

Video Pesona Pantai Pancer Dorr Pacitan

No More Posts Available.

No more pages to load.