Cerita Perempuan Keturunan Tionghoa Pacitan yang Layani Menu Kesukaan SBY Selama 15 Tahun

oleh -Dibaca 699 kali
Cerita Perempuan Keturunan Tionghoa Pacitan yang Layani Menu Kesukaan SBY Selama 15 Tahun. (Foto: Julian Tondo/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN –  Kedatangan Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di kampung halaman, selain melepas rasa kangen Pacitan, juga selalu identik dengan makan menu khas Pacitan.

Menu nasi tiwul, lengkap dengan sayur ikan kalakan (ikan asap) dan ikan Jathilan (ikan tepung thilwul  goreng) selalu hadir di meja makan saat SBY pulang kampung.

Sebut saja Chrismilia Natalia atau akrab disapa Cik Nonik. Pengusaha makanan dan penginapan ini, selama 15 tahun menjadi penyedia makanan setiap kali SBY datang ke Pacitan.

Awalnya, Cik Nonik, yang merupakan perempuan keturunan Tionghoa di Pacitan ini mendapatkan order pesanan dari pendopo kabupaten Pacitan untuk menyediakan hidangan makan saat kunjungan kerja SBY ketika menjadi presiden.

Dan mulai Dari sinilah hampir setiap kali SBY datang ke Pacitan selalu menggunakan jasanya untuk membuatkan hidangan makan.

“Ya awalnya saya grogi. Wah ini yang saya masakin presiden lho. Tapi ya kemudian saya pede aja, eh kok malah cocok,”kata Cik Nonik, Kamis (2/6/2022) di Pacitan.

Dipanggil cik Nonik, karena perempuan ini  adalah warga keturunan Tionghoa, dan sudah sejak tahun 1989, usaha Resto dan hotel sudah digelutinya.

“Usaha ini adalah usaha turunan keluarga , saya generasi kedua. Dan meneruskan resep dari mamah saya,”ungkapnya kepada pewarta.

Sementara itu cik nonik juga membuka rahasia makanan kesukaan dari SBY.

“Bapak (SBY) itu , rahasia lho ini, hehehe, uka sama sayur blendrang kacang (sayur lodeh yang dikeringkan sampai sedikit gosong). Sama sayur kalakand,”ceritanya sambil tertawa.

Hingga saat ini, cik nonik masih menjadi penyedia menu makanan untuk SBY ketika dirinya pulang kampung di Pacitan.

“Seneng juga dengar Pak SBY berkata makanannya ganti-ganti, enak semua. Saya kebanyakan makan disini (Pacitan) dan ini yang membuat saya selalu kangen Pacitan,”kata Cik Nonik mengutip pernyataan SBY.