PSHT Ranting Punung Launching Buku Penghubung, Kurikulum dan Serah Terima Dokumen Tanah Padepokan

oleh -Dibaca 1.690 kali
Penyerahan dokumen tanah padepokan untuk pengurus PSHT Ranting Punung, Ahad (2/1/2022). (Foto: Sulthan Shalahuddin)

Pacitanku.com, PUNUNGPersaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ranting Punung, Cabang Pacitan menggelar sejumlah acara menyambut satu abad SH Terate.

Kegiatan itu adalah  penyerahan dokumen tanah padepokan dari Sukiman kepada pengurus PSHT Ranting Punung dan launching buku penghubung dan kurikulum. Selain itu juga digelar kesenian Reyog Ponorogo dalam rangkaian kegiatan itu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Ahad (2/1/2022) di Kecamatan Punung.

“Kegiatan ini dalam rangka menyambut satu abad SH Terate, ranting Punung mengadakan kegiatan yaitu yang pertama adalah penyerahan dokumen tanah padepokan dari bapak Sukiman kepada pengurus ranting Punung,”kata Ketua PSHT Ranting Punung, Sukoco.

Selanjutnya yang kedua, kata Sukoco, juga dirangkaikan dengan acara launching kurikulum pembelajaran dan juga buku penghubung.

“Yang pada saat ini perlu dengan buku pengubung, nantinya harapannya untuk ranting Punung, kita mempunyai suatu patokan dan mempunyai acuan pembelajaran pecak silat khususnya di organisasi SHT Terate dan juga untuk mengajarkan ajaran SH Terate,”jelasnya.

Buku penghubung itu, kata Sukoco, adalah suatu produk asli yang diinisiatori oleh Bambang Sumanto

“Dari punung baru ada di wilayah di ranting punung ini adalah satu produk untuk yang menghubungkan dengan siswa dengan pelatih, pelatih dengan orang tua, sehingga nanti siswa bisa terkontrol, terekam, dan nanti masalah nilai nanti seperti raport anak sekolah kepada pembelajaran di sekolah,”jelasnya.

Sementara, Ketua I Bidang Kurikulum dan Litbang PSHT Pacitan Bambang Sumanto dalam keterangannya menyampaikan SH Terate ini juga organisasi yang mempunyai latar belakang Pendidikan.

Penyerahan buku penghubung dan kurikulum di PSHT Ranting Punung Cabang Pacitan Pusat Madiun. (Foto: Sulthan Shalahuddin)

“Maka dunia pendidikan, baik non formal ini perlu penyusunan konsep yang berupa buku kuriklulum sebagai panduan kepelatihan,”tukasnya.

Menurut Bambang, di dalam buku kurikulum ini ada lima aspek yang ada, yakni aspek persaudaraan, olahraga, beladiri, kesenian dan kerohanian.

“Maka di dalam 5 aspek ini kami kembangkan, termasuk salah satu olahraga yaitu panduan senam dasar, senam massal baik teknik maupun taktik,”kata dia.

Sementara, untuk buku penghubung, kata Bambang, berfungsi sebagai komunikasi penghubung orang tua, siswa dan pelatih.

“Selama ini di SH Terate ini hanya komunikasi antara pelatih dan siswa, sedangkan orang tua sendiri sebagai tolok ukur yang paling utama, anak itu jika tanpa izin orang tua, maka anak tersebut tidak bisa ikut, penghubung sebagai komunikasi dua arah, komunikasi dengan orang tua, siswa dan pelatih,”jelasnya.

Sehingga, kata dia, hasil dari pendidikan siswa, orang tua mengetahui secara langsung, sehingga buku penghubung ini sebagai sarana, untuk komunikasi saling mengamat amati antara orang tua kepada siswa, dan siswa kepada warga atau pelatih.

“Alhamdulillah awal tahun 2022 ini buku penghubung dapat terselesaikan, dan mudah-mudahannya  kami minta waktu dalam 1 tahun, buku penghubung dan dan kurikulum dilaksanakan di setiap tempat latihan di Punung,”ujarnya.

Dia berharap juga pihaknya mengharapkan saran dan kritik dari orang tua agar SH Terate bisa mengikuti perkembangan zaman. “Dan benar-benar melayani sesuai dengan permintaan dari orang tua,”pungkasnya.

Video Reyog, Senam Massal dan Launching Kurikulum Semarakkan 1 Abad SH Terate oleh PSHT Ranting Punung