Kajari Pacitan: Membangun Budaya Antikorupsi Harus Dimulai dari Diri Sendiri

oleh -Dibaca 370 kali
Sosialisasi Saber Pungli dirangkaikan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2021 di Gedung Karya Dharma, Kamis (9/12/2021). (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Pacitan Hendri Antoro mengajak semua pihak untuk membangun budaya antikorupsi.

Hal itu disampaikan oleh Hendri Antoro saat menyampaikan materi dalam acara sosialisasi Saber Pungli dirangkaikan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2021 di Gedung Karya Dharma, Kamis (9/12/2021).

Sosialisasi Saber Pungli dirangkaikan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia dihadiri Bupati dan forkopimda, pimpinan OPD serta Satgas Saber Pungli. Adapun tema Hakordia 2021 adalah “Satu Padu Bangun Budaya Anti Korupsi.”

Menurut Hendri, membangun budaya anti korupsi tidak harus menunggu tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau aparat penegak hukum lain, namun dapat memulainya dari diri sendiri.

 “Budaya anti korupsi itu tidak cukup hanya diseminarkan atau diajarkan, namun harus diteladani, jangan menunggu karena kita bisa memulai dari diri kita,”kata Hendri, mengutip siaran pers Humas Pemkab Pacitan.

Lebih lanjut, Kajari menyatakan, korupsi adalah perilaku kolektif (legal culture) yang sudah membudaya. Budaya tidak datang secara tiba-tiba tapi sudah melalui proses yang panjang.

Selain itu, Hendri mengatakan adanya kesempatan serta gaya hidup serta mindset (pola pikir) yang salah menjadikan seseorang akan mudah terjerumus kedalam tindakan korupsi.

“Mari berbenah agar integritas bermarwah, kita  kembali ke fitrah menggunakan nurani  untuk mencegah tidak berbuat korupsi,”ujar dia.

Sementara, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyatakan, untuk menuju terbentuknya budaya anti korupsi telah dilakukan upaya pencegahan.

Diantaranya, dengan melakukan sosialisasi pada unit kerja pelayanan publik serta sekolah-sekolah. Kegiatan ini dilakukan demi terwujudnya layanan publik yang berintegritas menuju pelayanan prima.

“Kegiatan sosialisasi  seperti ini akan terus kita lakukan dan akan terus ada penyempurnaan demi menuju terbentuknya budaya anti korupsi,” katanya.