Opsar Korban Tenggelam Perairan Ngiroboyo Dihentikan, Pengelola: Akan Dilakukan Jarkom Antar Wilayah

oleh -Dibaca 409 kali
HENTIKAN PENCARIAN. Opsar korban tenggelam di perairan Ngiroboyo dihentikan setelah 7 hari pencarian. (Foto: Dok. BPBD Pacitan)

Pacitanku.com, DONOROJO –  Badan SAR Nasional (Basarnas) Trenggalek akhirnya menghentikan operasi SAR (Opsar) pencarian korban terseret gelombang di perairan Pantai Ngiroboyo, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo pada Sabtu (9/10/2021) setelah 7 hari dilakukan upaya pencarian.

Operasi SAR ditutup setelah pencarian hari ke-7 berakhir tanpa hasil. Hingga Sabtu, 9 Oktober 2021, korban atas nama Muhammad Dwi Pahlepi tidak ditemukan tanda keberadaannya oleh tim.

Namun demikian, meski pencarian melalui Opsar dihentikan, pengelola Pantai Ngiroboyo memastikan akan terus melakukan jarring komunikasi antar wilayah.

“Operasi SAR telah dilakukan oleh Tim Gabungan Basarnas, TRC BPBD, TNI/POLRI, Tagana, SAR MTA, Senkom Mitra Polri, Pengelola, Masyarakat setempat serta relawan lainnya selama 7 Hari (3-9 Oktober 2021), Selanjutnya akan dilakukan jaring komunikasi antar wilayah, jika korban ditemukan akan dilakukan evakuasi lanjutan,”demikian kata Wildan Nur Swi Harmoko, pengelola Pantai Ngiroboyo dalam keterangan pers tertulisnya, Ahad (10/10/2021).

Wildan mengatakan pihaknya juga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada para fihak yang telah membantu memfasilitasi proses pencarian.

“Tim SAR Gabungan, Forkopimca, Pemerintah Desa Sendang, Owner Tiara Resort, Warung Makan Mbak Rini,  Kami tidak bisa memberikan imbalan dalam bentuk materi apapun, semoga mendapatkan imbalan dari Allah SWT. Amin,”jelasnya.

Lebih lanjut, Wildan mengatakan kawasan wisata Pantai Ngiroboyo sendiri sudah dilakukan penutupan sejak adanya PPKM sesuai Instruksi Mendagri Nomor : 15/22/24/27/32/38/39/43/47 Tahun 2021, Selama Penutupan Wisatawan Dilarang Masuk, tidak ada aktifitas layanan pengunjung.

Tak hanya itu, Wildan mengatakan informasi penutupan wisata, pengelola menyampaikan kepada masyarakat luas, baik melalui pengumuman tertulis maupun website resmi www.pesonangiroboyo.com dan media sosial.

Dalam siaran persnya, Wildan mengatakan akses jalan masuk ngiroboyo merupakan jalan umum, bukan jalan wisata, sehingga kami tidak bisa melakukan penutupan penuh secara sepihak.

“Kami atas nama pengelola ikut berbela sungkawa yang sedalam dalamnya, semoga korban segera ditemukan. Kejadian tersebut merupakan musibah bagi kita semua, mohon kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mematuhi kebijakan pemerintah terkait pemberlakukan PPKM,”pungkasnya. (red/DP)