Pacitan Punya Potensi Energi Baru-Terbarukan Tapi Belum Dikelola Maksimal, Apa Penyebabnya?

oleh -Dibaca 419 kali
Ilustrasi PLTS. (Foto: Shutterstock)

Pacitanku.com, PACITAN – Berada di kawasan pesisir dengan topografi wilayah yang berbukit dan bergunung, Kabupaten Pacitan memiliki potensi besar untuk pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Kondisi alam tersebut sangat potensial  untuk pengembangan sumber energi alternatif seperti panas bumi, tenaga surya dan tenaga bayu (angin).

“Pacitan itu berbukit dan bergunung, penduduknya terpencar sehingga layanan infrastruktur di Pacitan belum maksimal salah satunya layanan listrik PLN,”ungkap Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat menjadi narasumber  dalam acara Webinar Diskusi Strategis Potensi EBT Untuk Mendukung Smart City di Pacitan, Sabtu (25/9/2021) dikutip dari laman Humas Pemkab Pacitan.

Bupati melihat, besarnya potensi  EBT ini memberi keuntungan bagi  masyarakat terutama yang belum menikmati aliran listrik dari PLN.

Namun sayang,  potensi tersebut belum bisa terkelola maksimal karena urusan energi  menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Pada sisi lain, Pemkab Pacitan  belum bisa melakukan kajian dan pengembangan alternatif EBT ini karena keterbatasan anggaran.

Bupati saat menjadi narasumber seminar pada Sabtu (25/9/2021). (Foto: Dok. Humas Pemkab Pacitan)

“Kami betul-betul berharap dengan kondisi Pacitan saat ini pengembangan EBT ini bisa berjalan bahkan bisa  menjadi pilot project dan kami mengharapkan industri yang betul-betul ramah lingkungan,”atanya lagi.

Meskipun di Pacitan berdiri Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) namun faktanya  lanjut Bupati, rata-rata layanan listrik PLN baru mencapai 73,32 % dari total rumah tangga di Kabupaten Pacitan.

Hal ini dikarenakan,  penduduk  Pacitan yang  tersebar dengan kondisi geografis yang sulit terjangkau. Ditambah lagi, tingkat kemiskinan yang membuat masih adanya rumah tangga kurang mampu tidak bisa berlangganan listrik PLN.

Guna memaksimalkan potensi EBT tersebut menurut Bupati penting adanya sebuah kajian terkait pemanfaatan EBT sebagai alternatif sumber energi khususnya di wilayah yang tidak terjangkau oleh jaringan PLN.

Selain itu perlu adanya teknologi untuk pemanfaatan potensi EBT yang sinergi dengan konsep pengembangan kawasan ramah lingkungan terutama di kawasan wisata Geopark Gunungsewu  serta bantuan pembangunan dan pengadaan sumber EBT. (red/Humas)