Cerita Kades Bomo Tentang Potensi Air Bawah Tanah di Luweng Musuk

oleh -Dibaca 547 kali
Luweng Musuk di Desa Bomo Kecamatan Punung. (Foto: Sulthan Shalahuddin)

Pacitanku.com, PUNUNG – Potensi air sungai bawah tanah di Luweng Musuk atau Luweng Songo di Dusun Gebang, Desa Bomo, Kecamatan Punung sangat melimpah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Bomo, Kecamatan Punung Suratmi di sela-sela aksi pengibaran bendera merah putih raksasa pada Selasa (17/8/2021).

Namun demikian, Suratmi mengatakan potensi air di kawasan tersebut belum bisa dimaksimalkan karena keterbatasan.

“Sebenarnya kami sangat berharap (bisa memanfaatkan potensi air luweng Musuk),”kata Suratmi.

Pihaknya pun, kata dia, juga sudah berupaya dengan mengajukan proposal ke berbagai pihak. Namun sampai saat ini potensi air bawah tanah tersebut belum bisa dimanfaatkan.

“Kami sering memasukkan proposal kemana-mana untuk mengangkat potensi air tersebut, yang juga beberapa kali turut membantu adalah adik-adik dari yayasan di Jogja, namun karena keterbatasannya, tidak bisa menangkat air dari dalam ke atas untuk dikonsumsi masyarakat,”jelasnya.

Sehingga, dia berharap kedepan dengan sinergitas berbagai pihak, harapan untuk bisa memanfaatkan air bawah tanah Luweng Musuk tersebut bisa direalisasikan.

Saat ini, kata Suratmi, pihak desa memang sudah memanfaatkan jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk warga. Namun dirinya menyebut ada sejumlah titik yang belum bisa dialiri dengan normal.

“Memang kami memanfaatkan PDAM, namun sampai saat ini masih ada beberapa dusun yang belum bisa teraliri (air) secara normal karena memang kondisi,”tandas dia.

Lebih lanjut, Suratmi juga menceritakan di wilayah Desa Bomo sendiri banyak terdapat luweng dengan ukuran lebih kecil dari luweng Musuk. Pun secara debit air, Luweng Musuk cukup stabil untuk dijadikan sumber mata air bagi warga.

“Kalau luweng banyak, tapi yang lebarnya atau dalamnya seperti ini hanya seperti (Luweng Musuk) ini, yang lainnya hanya luweng-luweng kecil, namun kita punya banyak telaga, namun telaga itu kalau 2 hari sekarang penuh (air) besok sudah habis, karena disitu banyak luweng-luweng yang kecil-kecil itu, mudah-mudahan nanti dapat ridho dari Allah sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,”pungkasnya.

Pewarta: Sulthan Shalahuddin
Editor: Dwi Purnawan

Video Telusur Goa Dawung Donorojo, Sumber Mata Air Bawah Tanah