Bersih-bersih Sampah di Pancar Door, Cara Komunitas Trash Hero “Ngabuburit” di Bulan Ramadhan

oleh -1062 views
AKSI BERSIH-BERSIH. Komunitas Trash Hero Pacitan menggelar aksi bersih-bersih sampah di Pantai. (Foto: Liza)

Pacitanku.com, PACITAN – Sejumlah anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas Trash Hero Pacitan yang rutin melakukan clean up atau bersih-bersih sampah di Pantai Pancer Door.

Meski di bulan Ramadhan, hal itu tidak menghalangi Trash Hero untuk bersih-bersih di pantai.

Seperti yang dilakukan pada Sabtu sore (1/5/2021) lalu, Komunitas Trash Hero melakukan rutinan yakni clean up di Pantai Pancer Door. Dengan alat seadanya mereka antusias membersihkan pinggiran pantai yang terdapat banyak sekali sampah plastik.

Tinjauan dari Trash Hero Pacitan kali ini mendapat data clean up yang sudah terkumpul menghasilkan sampah sebanyak 9,59kg.

Sampah yang biasanya ditemui para relawan saat clean up di Pantai Pancer Door yakni sampah rumah tangga, seperti plastik kemasan, sedotan, botol kaca, puntung rokok, sandal, dan popok bayi. Terkadang juga mendapatkan sampah dari rumah sakit yakni suntik maupun obat-obatan.

“Para relawan Trash Hero memberikan kesempatan bagi siapapun yang ingin bergabung, maupun belajar tentang permasalahan lingkungan, maupun masalahan sampah yang kini sudah meresahkan dunia. Komunitas ini juga mengajak siapapun yang ingin bergabung untuk peduli terhadap lingkungan,”kata Genta salah satu anggota komunitas Trash Hero.

Lebih lanjut, Genta mengatakan kegiatan aksi bersih setiap satu minggu sekali, biasanya berlokasi di tempat umum. Selain mengadakan aksi bersih atau clean up, Trash Hero juga mengadakan edukasi.

“Edukasi yang biasa dilakukan dengan tahapan kepada mahasiswa, masyarakat, dan juga anak kecil,”tandas Genta.

Senada dengan Genta, Aziz, salah satu relawan Trash Hero juga mengharapkan pemuda khususnya di Pacitan mulai mengerti dampak adanya sampah yang saat ini mulai dirasakan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya.

“Menjadi relawa Trash Hero akan banyak mengenal tentang pengelolaan sampah, dampak sampah pada lingkungan, dan lebih lagi mendapatkan ilmu baru, dan tentunya keluarga baru,”ujarnya.

Aziz berharap, untuk pemuda Pacitan, bisa menjadikan Trash Hero tempat pemuda yang ingin mulai peduli terhadap lingkungan.

“Juga mendedikasikan tenaga dan waktu yang dimiliki untuk menjaga, melindungi dan melestarikan lingkungan. Supaya ke depannya bisa berdampak positif bagi keturunan kita nanti, maupun makhluk hidup lainnya pada suatu saat hari nanti,”pungkasnya.

Kontributor: Liza Sabella Savira (Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan)
Editor: Dwi Purnawan