Begini Persiapan SDN Sukoharjo Pacitan Sambut Pembelajaran Tatap Muka

oleh -Dibaca 375 kali
PERSIAPAN TATAP MUKA. SDN Sukoharjo Pacitan mempersiapkan untuk PTM. (Foto: Wardiana Yulianti)

Pacitanku.com, PACITAN – Sejumlah persiapan tengah dilakukan oleh sekolah di Kabupaten Pacitan jelang rencana pembelajaran tatap muka (PTM) yang dijadwalkan mulai Juli 2021 mendatang. Salah satu yang tengah melakukan persiapan PTM adalah SD Negeri Sukoharjo, Kecamatan Pacitan.

Diah Kusuma Wardani, salah satu guru kelas SDN Sukoharjo, Pacitan mengatakan para guru di SDN Sukoharjo menyambut bahagia begitu mendengar adanya informasi akan dibukanya kembali sekolah dengan tatap muka.

“Sebab, dengan tatap muka, pembelajaran lebih mudah tersampaikan dan siswa juga akan lebih mudah menerima materi pelajaran,”katanya saat dikonfirmasi pada Kamis (8/4/2021) di Pacitan.

Untuk persiapan, Diah mengatakan sebelum tatap muka berlangsung, yang dilakukan pihak sekolah dan guru yaitu, mempersiapkan sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Seperti membersihkan ruang kelas, menyemprotkan cairan disinfektan ke seluruh gedung sekolah, menyiapkan handsanitizer dan sabun untuk cuci tangan, menyiapkan air mengalir yang cukup untuk cuci tangan, serta memastikan siswa yang akan ikut dalam kegiatan tatap muka dalam keadaan sehat,”kata Diah.

Lebih lanjut, Diah mengatakan memang kebanyakan wali murid juga menginginkan pembelajaran tatap muka segera berlangsung, tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan. Sementara, bagi siswa atau siswi yang kurang sehat, sebaiknya istirahat dahulu di rumah. Supaya semua warga sekolah merasa lebih nyaman.

“Waktu untuk pembelajaran tatap muka masih belum diketahui, karena menunggu surat keputusan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan. Tetapi menurut kami, lebih baik di shif terlebih dahulu supaya siswa tidak terlalu berkerumun karena jumlah siswanya yang lumayan banyak. Masih tetap menunggu surat keputusan Dinas Pendidikan dan gugus tugas COVID-19,”bebernya.

Terpisah, salah satu wali murid SDN Sukoharjo Pacitan Wahyu Sriyati mendukung kebijakan PTM tersebut. Menurut dia, pembelajaran dalam jaringan (daring) yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun kurang efektif.

“Sebab, selama guru memberikan tugas melalui Handphone (HP), siswa hanya membaca sekilas tanpa segera dikerjakan. Malasnya siswa untuk belajar, karena sering  bermain game melalui hp, dan hanya bermain ke luar rumah saja,”ungkapnya.

Menurut Wahyu, anak-anak sering mengeluh karena kebanyakan diberi tugas oleh guru dalam sistem pembelajaran daring.

“Kadang, anak sering mengeluh kebanyakan diberi tugas dan merasa jenuh, malah kadang yang mengerjakan tugas tersebut adalah orang tuanya bukan anaknya sendiri,”tukasnya.

Namun demikian, meski menyetujui PTM, Wahyu memberikan syarat kepada sekolah untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan dalam proses PTM.

“Saya mengharapkan sekolah tetap mengutamakan kesehatan para anak-anak, seperti menyiapkan handsanitizer dan sabun untuk mencuci tangan, menyiapkan air yang cukup untuk mencuci tangan,”pungkas Wahyu.

Kontributor: Wardiana Yulianti (Jurnalis Magang STKIP PGRI Pacitan)
Editor: Dwi Purnawan