Tim KKN UNS 35 Bumi Pacitan Lestarikan Wastra Nusantara di Masa Pandemi

oleh -Dibaca 243 kali
Peserta pelatihan batik tulis sedang membatik menggunakan canting.

Pacitanku,com, PACITAN – Melemahnya stabilitas ekonomi, merupakan konsekuensi atas penerapan perilaku Normal Baru yang tengah gencar dicanangkan sebagai protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang melanda dunia setahun terakhir.

Tidak hanya industri kecil dan UMKM, industri berskala besar juga ikut terdampak. Peningkatan angka pengangguran tidak dapat dihindari. Kendati demikian, pemulihan ekonomi berjalan lambat karena masyarakat perlu beradaptasi dan mencari alternatif baru, demi membangkitkan kondisi ekonomi yang lesu.

Perguruan tinggi sebagai pranata sosial dengan kewajibannya atas tri dharma, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, turut memberikan sumbangsih, selain dengan terobosan di bidang kesehatan, namun juga pengabdian masyarakat.

Salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program KKN Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) kali ini, menitikberatkan kepada pemeberdayaan masyarakat guna menghadapi pandemi COVID-19.

Penyerahan sertifikat peserta pelatihan oleh Kades Arjowinangun

Tim KKN UNS 35 yang menjalankan tugas pengabdiannya di kabupaten domisili yaitu Pacitan, telah menjalankan berbagai program kerja yang kesemuanya bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, baik dari segi ekonomi, pendidikan hingga budaya.

Salah satu program kerja yang telah terlaksana adalah Pelatihan Batik Tulis di Desa Arjowinangun pada Senin (15/2/2021) hingga Selasa (16/2/2021) lalu.

Pelatihan batik tulis tersebut diikuti oleh 17 dari 21 peserta undangan yang seluruhnya merupakan ibu-ibu dari Desa Arjowinangun. Acara yang berlangsung selama 2 hari tersebut melatih dan memberikan pemahaman mengenai cara pembuatan batik langsung ke prakteknya.

Masing-masing peserta difasilitasi alat membatik dan pewarnaan kain. Selama kegiatan berlangsung, protokol kesehatan tetap dipatuhi dengan pengawasan dari perangkat desa yang hadir.

Antusiasme peserta dapat dilihat dari banyaknya peserta yang datang kembali di hari kedua pelatihan. Setelah proses membatik dan pewarnaan pada hari pertama, hari berikutnya dilanjutkan dengan proses menembok dan pelorodan.

Tim KKN UNS 35 yang beranggotakan 9 orang, masing-masing bertugas untuk membimbing dan membantu praktek pembuatan batik hingga produk jadi.

Kepala Desa Arjowinangun, Pacitan Rakhman Wijayanto menyampaikan harapannya agar program pelatihan seperti ini tidak berhenti disini saja, namun mampu menjadi dorongan ekonomi bagi masyarakat Desa Arjowinangun.

Hal tersebut, diwujudkan melalui inisiasi BUMDES dan dukungan dari sentra usaha batik Woro Srikandi yang ikut membantu memfasilitasi kegiatan. 

Foto bersama peserta pelatihan, perangkat desa dan tim KKN Bumi Pacitan

Dengan adanya program kerja ini, tim KKN UNS 35 yang menyandang nama Bumi Pacitan bermaksud untuk ikut membuat perubahan dengan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan batik tulis. Keahlian kriya batik diharapkan mampu membantu menciptakan alternatif dalam membangkitkan kondisi ekonomi warga, sekaligus melestarikan Wastra Nusantara. (red)