KPU Pacitan Targetkan Partisipasi Masyarakat di Pilbup Capai 77,5 Persen

oleh -1390 views
Ketua KPU Pacitan Sulis Styorini. (Foto: Sulthan Salahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan menargetkan tingkat partisipasi masyarakat (parmas) dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan pada Rabu (9/12/2020) mencapai 77,5 persen.

“Ini sebenarnya bukan hanya tantangan bagi penyelenggara, karena tingkat partisipasi masyarakat akan menentukan indeks demokrasi, tentu kami mengharapkan menjadi tugas kita bersama, stakeholder, media, bagaimana menhigkatkan partisipasi masyarakat minimal 77,5 persen,”kata Ketua KPU Pacitan Sulis Styorini saat berbincang dengan Pacitanku.com, baru-baru ini.

Sebagai upaya untuk mencapai target itu, komisioner yang akrab disapa Rini ini akan melalukan berbagai upaya.

“Kita mengerahkan daya dan upaya, karena sudah tidak diperkenankan sosialisasi yang mengumpulkan banyak orang, konser music tidak boleh, volume kampanye secara terbatas kita tambah, artinya sosialisasi tatap muka secara terbatas kita perbanyak, sosialisasi melalui media kita, sosial media, kita tambah kita optimalkan dan juga kegiatan kreatif lainnya,”jelas Rini.

Secara khusus, Rini juga mengimbau masyarakat untuk tetap datang ke TPS pada Pilbup 9 Desember mendatang.

“Pertama, patuhi protokol kesehatan, dalam menjalan aktivitas kita, mari kita utamakan untuk melaksanakan protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, kemudian juga kondisi dan situasi yang terajadi sekarang, jangan membuat masyarakat khawatir untuk datang ke TPS, karena menyiapkan sesuai protokol kesehatan, tanggal 9 Desember nanti tetap menggunakna hak pilihnya tentu dengan prokes, dan juga mematuhi tata tertib aturan,”paparnya.

Penambahan jumlah TPS

Disisi lain, sebagai bagian dari kepatuhan terhadap protokol kesehatan, Rini mengatakan KPU juga menambah jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Dari KPU, yang awalnya 800 pemilih per TPS,dikurangi menjadi 500 per TPS, sehingga ada penambahan jumlah TPS, dari 1070 menjadi 1290 TPS,”ujarnya.

Tak hanya itu, Rini mengungkapkan di dalam TPS nanti, pihaknya memastikan berjalannya pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

“Di TPS kita terapkan protokol kesehatan, dengan pengecekan suhu tubuh, kita sediakan sarung tangan, untuk seluruh TPS juga dilakukan disinfektasi, kemudian kita hindarkan kontak langsung antara penyelenggara dan pemilih, sehingga bisa kita membutuhkan TPS yang lebih luas dari biasanya,”pungkasnya.

Pewarta: Dwi Purnawan