Pemkab Pacitan Lakukan Sosialisasi Hingga Hidupkan Kembali Kampung Tangguh Bencana

oleh -13104 views
SIAGA DAN WASPADA. Bupati Pacitan bersama istri dan kepala OPD saat berada di kawasan Pantai Teleng Ria, Pacitan, Rabu (30/9/2020). (Foto: Sulthan Salahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan terus melakukan langkah antisipasi terkait munculnya hasil riset dari Tim Riset Institut Teknologi Bandung (ITB) menyampaikan peringatan akan kemungkinannya terjadi potensi tsunami.

Dalam riset tersebut, potensi Tsunami diperkirakan terjadi di sepanjang pantai selatan Jawa Barat dan Jawa Timur.

Riset ITB juga menjelaskan tinggi tsunami dapat mencapai 20 meter di pantai selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Jawa Timur, dengan tinggi maksimum rata-rata 4,5 meter di sepanjang pantai selatan Jawa jika terjadi secara bersamaan.

“Jadi kita dengan adanya berita dari para ahli itu kita mengantisipasi, yang pertama adalah sosialasasi kepada warga masyarakat, yang kedua adalah membentuk simulasi-simulasi sendainya terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Tapi kita tidak menghendaki itu,”kata Indartato saat berbincang dengan awak media, Rabu (30/9/2020) di Kawasan Pantai Pancer Dorr, Kelurahan Ploso, Pacitan.

Lebih lanjut, Indartato juga mengupayakan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk terus melakukan sosialisasi.

Lha, oleh karena itulah BPBD sudah mengeluarkan (sosialisasi) 20-20-20 itu, yang pertama 20 detik pertama seandainya adai gempa bumi lebih dari 20 detik ini segera lari selama 20 menit, setelah 20 menit menuju ke tempat yang lebih tinggi 20 meter. Ini yang kita sosialisasikan kepada seluruh warga masyarakat,”jelasnya.

Selain itu, Indartato mengatakan jajarannya kembali menghidupkan kembali kampung tangguh bencana di Pacitan.

“Yang kedua kampung tangguh kampung tangguh tetap kita laksanakan bersama dan kita hidupkan kembali, artinya kita giatkan kembali untuk mengantisipasi seandainya terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,”ujar dia.

Terakhir, Indartato juga meminta agar masyarakat tidak panik dan selalu berdoa kepada Allah SWT.

“Yang terakhir kita menjaga agar jangan panik. jangan panik ini adalah supaya kita berfikir rasional dan sekaligus bisa mengamankan diri seandainya terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Tapi kita selalu berdoa mudah-mudahan analisa (tim riset ITB) ini, hasilk ajian ini tidak terwujud dan kita selalu mohon lindungan kepada Allah SWT,”ungkapnya.

Secara khusus, Indartato juga menyebut sebanyak 25 persen warga Pacitan berada di kawasan pesisir Pantai. 25 persen warga tersebut, kata dia, terletak di 27 desa dan kelurahan di Kabupaten Pacitan.

“Dari 25 persen dari 7 kecamatan 27 desa ini sekitar 25 persen ini adalah penduduk di daerah pesisir. Karena pesisir ini adalah tempat mata pencaharian,”tandasnya.

Untuk itu, untuk mengantisipasi, salah satunya kepanikan warga, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi terkait hasil kajian tersebut.

“Karena itu pemerintah adan awak media yang bekerja sama dengan rakyat dan pemerintah daerah untuk sosialisasi kaitannya dengan ilmu adanya berita tentang tsunami 20 meter,”pungkasnya.

Pewarta: Sulthan Salahuddin
Editor: Dwi Purnawan

Video Blak-Blakan BPBD Part #1: Pacitan Pernah Dilanda Gempa dan Gelombang Tinggi? Bagaimana Mitigasinya?