KPU Pacitan Mulai Siapkan Alat Peraga dan Bahan Kampanye untuk Paslon

oleh -1364 views

Pacitanku.com, PACITAN – Jelang pelaksanaan masa kampanye pada 26 September hingga 5 Desember, KPU Pacitan mulai mempersiapkan sejumlah alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye (BK) bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Menurut Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM (Sosdiklih, Parmas dan SDM), KPU Pacitan, Iwid Widi Santoso, semua APK dan BK, akan diserahkan ke peserta atau pasangan calon dalam hal pemasangannya.

“KPU hanya memfasilitasi dan mencetak APK serta BK sesuai ketentuan,” kata Iwid, Ahad (13/9).

Mantan wartawan sebuah media cetak terkemuka di Jatim ini mengatakan, beberapa APK yang telah disepakati diantaranya baliho, yakni dispekati paling banyak lima buah per kabupaten, per pasangan calon. Untuk baliho ini, awalnya ada usulan ukuran sebesar 4×7 meter. Namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya diputuskan 3×5 meter.

“Kesepakatan ini diambil secara damai dan sangat cair sekali diantara pasangan calon yang hadir. Mereka berembug secara damai, santun dan seakan tidak ada nuansa kompitisi,” jelas pria yang akrab disapa Wiwid ini.

Selain baliho, juga ada spanduk. Untuk spanduk, dispekati dua buah per desa, per pasangan calon.

“Ukuran masing-masing 1×6 meter. Meskipun pada awalnya ada usulan 1,5×7 meter,” katanya.

Kemudian untuk umbul-umbul, sebanyak 20 buah per kecamatan, per pasangan calon. Dengan ukuran masing-masing 0,5×4 meter. Sebelumnya juga ada usulan sebesar 1,5×5 meter.

Masih menurut Wiwid, di tahapan kampanye nanti, KPU juga akan memfasilitasi bahan kampanye seperti leaflet, pamflet, selebaran dan poster. khususnya untuk bahan kampanye ini jumlahnya ditetapkan masing-masing sebanyak 75 persen kali jumlah KK.

Dan Poster sebanyak 25 persen kali jumlah KK. Sedangkan jumlah KK di Pacitan tercatat sebanyak 205 ribu.

“Mengenai lokasi pemasangan masing-masing APK, masih menunggu surat balasan dari Bupati Pacitan, utamanya terkait titik-titik yang dilarang untuk dipasangi,” pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan