Terduga OTG Asal Nawangan Masih Dalam Pencarian Petugas

oleh -13224 views
Ilustrasi Corona

Pacitanku.com, PACITAN– Satu pendatang asal Jakarta yang terduga sebagai orang tanpa gejala (OTG) COVID-19, masih dalam pencairan tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan.

Pendatang yang dikabarkan warga Desa Ngromo, Kecamatan Nawangan tersebut, awalnya bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Jakarta.

Seiring munculnya wabah COVID-19, beberapa waktu lalu, tetangga dari majikan ART tersebut meninggal dunia gegara terinfeksi virus SARS-COV-2.

Saat ini ia dikabarkan tengah pulang kampung ke Pacitan dengan melalui jalur perbatasan Desa Jeruk, Kecamatan Bandar.

Saat dikonfirmasi, Camat Bandar, Suwoto membenarkan adanya informasi warga Desa Ngromo yang bekerja sebagai ART di Jakarta, hendak pulang kampung ke Pacitan, melalui pos perbatasan Jeruk.

“Sejak kemarin sore, kami mendapat informasi tersebut. Akan tetapi sampai detik ini, yang bersangkutan belum menampakkan batang hidungnya,” ujar Suwoto, melalui ponselnya, Selasa (14/4).

Mantan Inspektur Pembantu, Inspektorat Kabupaten Pacitan ini mengungkapkan, sebagaimana Informasi yang diterima, tuan rumah dari ART tersebut, belum lama ini dikabarkan meninggal dunia dan diduga terinfeksi covid-19.

“Oleh sebab itu, kami terus melakukan pemantauan atas kabar kepulangan warga Desa Ngromo tersebut. Hanya saja hingga saat ini kita belum ketahui keberadaannya. Nggak tahu kalau lewat jalur tikus, sehingga luput dari pantauan petugas di pos jaga,” beber Suwoto.

Saat ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Ngromo, Kecamatan Nawangan agar kalau mendapati warganya itu pulang kampung, untuk segera dilakukan tracking dan pemeriksaan serta melakukan karantina mandiri di wisma atlet

“Kami sudah kordinasikan dengan kades yang bersangkutan. Kalau mendapati warga tersebut sampai di kampung halaman, agar segera dilakukan karantina mandiri di wisma atlet,” tukasnya.

Namun demikian, Suwoto menginformasikan warganya tersebut tidak jadi pulang.

“Warga RT 4 RW 9 Ngetep Ngromo tersebut infonya tidak jadi pulang,”pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan