Wabup Pacitan: ASN Harus Kembali ke “Barak”

oleh -13252 views
Foto Ilustrasi: PNS di Pacitan saat upacara, beberapa bulan yang lalu. (Foto: Humas Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Indikasi pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Pacitan 2020 samar-samar mulai mengemuka.

Bahkan mereka yang terindikasi terlibat sebagai tim relawan siluman beberapa bakal calon punya jabatan strategis di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Untuk itulah, Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo, memberikan instruksi agar semua ASN yang mungkin saat ini terduga tengah melakukan kegiatan politik praktis, agar segera menarik diri dan kembali ke “barak”.

“Semua ASN saya minta jangan sampai terlibat, baik langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan politik praktis jelang Pilbup 2020 ini, segera kembali ke barak,” kata Yudi Sumbogo, Jumat (13/3/2020) saat berbincang dengan awak media di ruang kerjanya di Pacitan.

Yudi mengungkapkan, beberapa ASN yang terindikasi tak netral, berangkat dari kalangan pejabat. Begitupun dari kalangan staf juga banyak yang terindikasi mendukung salah satu bakal calon.

“Kalau ini terus berlanjut, Bawaslu dalam kewenangannya akan mengambil sikap penindakan,” tuturnya.

Wabup Yudi Sumbogo, saat menggelar coffee morning bersama sejumlah awak media, Jumat (13/3/2020). (Foto: Yuniardi Sutondo)

Yudi sendiri mengakui sempat mendapat teguran lisan dari Bawaslu. Itu lantaran istirnya, Ninik Setyorini ikut serta saat pengambilan formulir pendaftaran dan pengembalian formulir ke tim penjaringan calon bupati dan wakil bupati di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Pacitan.

Ninik sendiri saat ini tercatat sebagai ASN, yakni sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan Pemprov Jawa Timur wilayah Pacitan,

“Untuk itu, saya harap bagi ASN yang lain bisa tetap menjaga netralitas. Jangan sampai kedapatan ikut serta dalam kegiatan politik praktis, dukung mendukung bakal calon. Sanksinya jelas, sampai ke pemecatan,”pungkasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan