Puluhan Rumah di Semanten Pacitan Terancam Hanyut

oleh -13538 views
DAS Aliran Grindulu di Dusun Ngawen, Semanten mengalami keretakan akibat banjir. (Foto: Yuniardi Sutondo)

Pacitanku.com, PACITAN – Sedikitnya sebanyak 25 kepala keluarga (KK) di Dusun Ngawen, Desa Semanten, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, hidupnya sangat terancam. Itu lantaran adanya keretakan cukup parah pada daerah aliran sungai (DAS) Grindulu, akibat bencana banjir yang terjadi pada 23 Januari lalu.

Tak hanya itu, satu fasilitas umum yaitu puskesmas pembantu yang berlokasi tak jauh dari bantaran sungai, untuk sementara waktu harus dikosongkan. Mengingat sewaktu-waktu terjadi hujan dengan intensitas tinggi, bisa berakibat robohnya bangunan gedung.

Kepala Desa Semanten, Muhammad Syarifuddin Hidayat, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, pemerintah desa sejatinya sudah melayangkan surat adanya bencana alam di desanya kepada Pemkab Pacitan.

Tak hanya itu, surat bernomor 141/10/408.64.19/2020 tentang Laporan Bencana Alam tersebut juga disampaikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) DAS Solo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Camat Pacitan.

“Isi surat tersebut kami sampaikan, bahwa bencana banjir yang terjadi pada 23 Januari lalu, mengakibatkan DAS Sungai Grindulu mengalami keretakan cukup parah. Adapun lokasinya berada di Dusun Ngawen, Desa Semanten,” ujar kades yang akrab disapa Ipud ini, Kamis (27/2).

Retakan tersebut, lanjut dia, sangat memprihatikan. Benturan sangat terbuka dan penyangga menjadi kendur atau melemah. Kondisi ini memicu terjadinya erosi berkelanjutan.

“Beberapa rumah termasuk puskesmas pembantu saat ini harus dikosongkan. Mengingat seandainya terjadi banjir susulan, bangunan tersebut bisa hanyut terbawa air bah. Sebab lokasinya memang berada di bibir sungai,” jelas Kepala Desa berbasiskan aparatur sipil negara (ASN) ini pada pewarta.

Menyikapi kondisi darurat tersebut, pemerintah desa setempat berinisiatif menyampaikan laporan ke pemerintah diatasnya. Baik kepada camat, bupati, BPBD dan institusi yang memiliki kewenangan di kawasan sungai, yakni BP DAS Solo.

“Kami bekerjasama dengan pihak terkait untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, agar lebih waspada dan bersiap mengungsi seandainya terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” bebernya.

Lain itu, Ipud juga meminta agar pemkab sedapat mungkin melakukan langkah-langkah kedaruratan dengan tindakan-tidakan teknis, seperti pemasangan bronjong pengaman tebing misalnya. “Sehingga masyarakat tidak resah dan trauma mengingat peristiwa banjir bandang yang terjadi di penghujung Tahun 2017 lalu,” harapnya.

Ipud menyadari, kawasan sungai bukanlah kewenangan pemkab. Namun pemerintah pusat melalui BP DAS yang ada di Solo.

“Kendati begitu, pemkab setidaknya bisa melakukan langkah-langkah kedaruratan demi terciptanya rasa aman bagi masyarakat. Soal penanganan permanen, pihak BBWS yang memiliki kewenangan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo mengatakan, pihaknya membenarkan telah menerima surat terkait laporan kebencanaan yang terjadi di Desa Semanten.

“Kami (BPBD) memang sudah menerima surat dari Pemerintah Desa Semanten,” katanya, secata terpisah.

Menurut Didik, keluhan yang disampaikan Pemerintah Desa Semanten tersebut telah ditindaklanjuti ke pihak yang berwenang dalam hal ini BBWS.

Namun begitu, pemkab, lanjut dia, pihaknya akan mengambil langkah-langkah kedaruratan dengan menanam akar wangi di bantaran sungai.

“Ini langkah natural yang segera kami laksanakan. Untuk bibit akar wangi sendiri sudah disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup,”terang Didik.

Soal tindakan penanganan konstruksi, Didik menegaskan, prosedurnya cukup rumit. Oleh sebab itu, pihaknya lebih menekankan langkah-langkah kedaruratan secara natural.

“Insyaallah besok sudah kita mulai penanaman akar wangi. Kita mulai dari belakang perumahan Asabri, Barean. Sebab disana kondisinya juga mengkhawatirkan. Termasuk juga di Desa Semanten,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Joni Maryono, saat dikonfirmasi lewat telepon mengatakan, masih memimpin rapat dinas. “Sebentar saya masih rapat,”katanya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Penyunting: Dwi Purnawan