Disebut Paling Berpeluang Maju Cabup, ini Tanggapan Indrata Nur Bayuaji

oleh -13889 views
Indrata Nur Bayuaji Cabup Demokrat

Pacitanku.com, PACITAN – Indrata Nur Bayu Aji, salah satu bakal calon bupati Pacitan, kembali banter disebut-sebut paling berpeluang besar untuk mendapatkan rekomendasi pencalonan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD) sebagai calon bupati di Pilbup serentak 2020.

Aji Sastro-begitu-Indrata Nur Bayu Aji-karib disapa- dipandang sejumlah pihak, sebagai kader terbaik Demokrat yang layak dan sangat pantas untuk dipercaya melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan yang selama dua periode ini dikendalikan Bupati Indartato.

Selain sebagai Ketua DPRD Pacitan, Aji juga punya idealisme sangat kuat terhadap Demokrat. Sehingga dengan kehadirannya sebagai pejabat eksekutif nantinya, diharapakan akan bisa mendongkrak perolehan kursi di Pileg 2024 mendatang.

Bukan hanya itu, kepemimpinan putra kandung mantan Wakil Bupati Pacitan, H Soedjono ini, akan menjadi ikon dari pendiri Demokrat, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Saat dikonfirmasi terkait derasnya arus simpati publik yang mengalir untuk dirinya, Aji tak lantas jumawa. Ia justru menilainya sebagai pemantik semangat perjuangan. Sebab ia harus bisa mewujudkan harapan banyak orang tersebut. Jangan sampai mereka kecewa.

“Alhamdulillah Mas (pewarta), saya dan keluarga sangat bersyukur atas doa dan dukungan masyarakat. Semoga ini menjadi pemantik semangat perjuangan. Apa yang diharapkan masyarakat luas, insyaallah bisa terwujud,” katanya, melalui ponselnya, Ahad (16/2).

Bagi Aji, untuk membangun daerah sangat diperlukan sinergitas semua pihak. Utamanya kelompok milenial yang punya gagasan dan ide cemerlang. Begitupun para sesepuh, sangat diharapkan bisa memberikan arahan dan petuah yang luhur. Agar budaya masyarakat Pacitan, yang dikenal sangat mulia ini akan tetap terjaga.

“Semoga ini menjadi doa dan bisa berbuah kenyataan. Insyaallah saya akan terus berjuang demi Pacitan yang lebih maju lagi,” tuturnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Penyunting: Dwi Purnawan