Mantan Bupati Pacitan Dukung Pencalonan Budi Hari Santoso di Pilbup

oleh -132.301 views
Mantan Bupati Pacitan, HG Soedibyo (Foto: Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN –  Mantan Bupati Pacitan, HG Soedibyo, terus mendorong Budi Hari Santoso, Kasie Pembangunan Jalan dan Jembatan (PJJ), Unit Pelaksana Teknis (UPT) PJJ, Dinas PU dan Binamarga, Pemprov Jatim wilayah Pacitan, untuk maju sebagai bakal calon wakil bupati di Pibup 2020.

Pernyataan itu ia sampaikan menanggapi pemberitaan sebelumnya terkait rencana mundurnya Budi Hari dari bursa pencalonan.

Menurut Soedibyo, Budi Hari yang masih sepupunya itu punya chemistry untuk ambil bagian di Pemilu bupati Pacitan. Selain memiliki pengalaman di birokrasi, ia juga memiliki basis massa dukungan cukup kuat.

Namun begitu, sebagai orang yang dituakan di keluarga, Soedibyo juga menyadari status Budi Hari yang masih sebagai aparatur sipil negara (ASN) aktif.

“Kariernya cukup baik di birokrasi. Sehingga kami juga harus mempertimbangkan semua itu,” tutur Soedibyo, melalui ponselnya, Jumat (31/1/2020).

Namun demikian, seandainya ada hal-hal yang istimewa dari proses peninjauan kembali atas UU 10/16 terkait Pilkada, utamanya tidak adanya ketentuan harus mundur bagi ASN aktif yang mencalonkan diri, maka Soedibyo berpendapat agar sepupunya itu tetap lanjut menuju panggung Pilbup mendatang.

“Kami berkeyakinan ia (Budi Hari, Red) punya kemampuan dan siap untuk membangun daerah seandainya terpilih,” jelas mantan politikus gaek asal Partai Golkar ini.

Sementara itu, Budi Hari Santoso, saat dikonfirmasi pewarta menegaskan, ia lebih mengedepankan pendekatan logika sehatnya.

Meski, ekspektasinya untuk ikut ambil bagian di Pilbup Pacitan 2020, masih tetap menggelora. Soal desakan keluarga agar dirinya terus running, Budi menegaskan, masih akan mempertimbangkan lebih jauh lagi.

“Kalau memang itu aspirasi masyarakat, Insyaallah saya siap untuk ambil bagian di bursa pencalonan. Sebab kalau sudah begini, panggilan jiwa yang lebih dominan. Apalagi suara masyarakat yang menghendaki,” jawabnya diplomatis.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Penyunting: Dwi Purnawan