Pengelola Desa Wisata se-Pacitan Field Trip di Pantai Pidakan

oleh -132.331 views
BELAJAR DESA WISATA. Para pengelola desa wisata di Pacitan belajar pengelolaan desa wisata di Pantai Pidakan Tulakan.

Pacitanku.com, TULAKAN — Sebanyak 17 pengelola Desa wisata se-Kabupaten Pacitan menggelar field trip atau kunjungan studi lapangan ke Pantai Pidakan, Kecamatan Tulakan, Pacitan pada Senin (26/8/2019).

Agenda kunjungan tersebut merupakan rangkaian dari pertemuan Rapat Koordinasi pelaku Desa Wisata se-Kabupaten Pacitan yang di hadiri masing-masing Kepala Desa, Ketua BUMDes, dan Ketua Pokdarwis dari 17 Desa Wisata di Pacitan.

Sebelum bergeser ke Pantai Pidakan, para pelaku wisata tersebut menggelar pertemuan yang diselenggarakan di Hotel Srikandi, Jalan Ahmad Yani Nomor 67 A Pacitan.

Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan Ilham Subekhi mengatakan agenda tersebut dilakukan dalam rangka mendorong agar masing-masing desa wisata mempunyai masterplan Desa Wisata.

“Kalau desa wisata punya masterplan, disitu akan jelas mana destinasi yang mau di kembangkan, atraksi apa yang akan disuguhkan dan event apa yang akan diselenggarakan,”katanya.

Saat menggelar field trip di Pantai Pidakan, para pelaku wisata tersebut  belajar “best practice” ke BUMDes Makmur, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan Pantai Pidakan.

BELAJAR DESA WISATA. Para pengelola desa wisata di Pacitan belajar pengelolaan desa wisata di Pantai Pidakan Tulakan.

Ketua BUMDes yang menangani wisata Pantai Pidakan, Slamet mencerikatan suka duka dan success story mengelola BUMDes.

Slamet mengatakan setiap tahun membuat BUMDes Nakmur membuat terobosan baru dengan menambah destinasi wisata dan memperbajki sarana prasarana.

Dalam kesempatan field trip tersebut, Kepala Disparpora Pacitan T Andi Faliandra menyampaikan inti dari pembangunan desa wisata adalah kelestarian alam, lingkungan dan peningkatan kesejahteraan.

“Tanpa itu, pariwisata akan ditinggalkan,”tandas pria yang baru saja dilantik sebagai Kadisparpora yang baru ini.

Menurut Andi, pariwisata bukan sekedar mengejar peningkatan PAD.

“Melainkan membangun kesadaran sapta pesona dan peningkatan SDM masyarakat setempat,”ujarnya lagi.

Selain seluruh peserta Field Trip diajak keliling menikmati eksotisme Pantai Pidakan satu satunya pantai barbatu putih yang tidak ada pasirnya.

Peserta juga mendapatkan materi motivasi pariwisata dari Isa Wahyudi CEO INSPIRE Group, Kosultan dan Pelaku wisata Kampung budaya Polowijen sekaligus Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang.

Isa Wahyudi menguraikan salah satu cara untuk mempercepat pengembangan desa wisata adalah dengan pemperkuat kelembagaan pariwisata, berjejaring dengan asosiasi pariwisata serta bekerjasama travel agen dan perhotelan.

Selain itu, kata dia, yang kedua adalah kerjasama dengan instansi dan komunitas untuk membuat kunjungan dalam bentuk paket wisata.

“Desa wisata akan lebih menarik jika aktivitas masyarakat sehari hari menjadi bagian dari industri pariwisata. Rumah warga bisa menjadi homestay dan atraksi wisata seperti bercocok tanaman membuat kerajian, mengolah masakan, permainan tradisional dll bisa menjadi menu utama. Masyarakat perlu membuat masakan khas dan souvenir untuk oleh-oleh dan kenangan wisata,”jelasnya.

Selanjutnya, kata Isa, Desa wisata perlu memperbanyak kegiatan rutin membuat kalender event secara pasti dan konsisten. Kegiatan ritual desa bisa menjadi event budaya mengisi atraksi wisata.

“Seperti bersih desa, Agustusan dan ulang tahun itu bisa dikemas menjadi event menarik, unik dan khas. Kegiatan seni budaya yang umumnya bisa sesering mungkin di tampilkan sebagai acara penyambutan jika perlu pengujung diajak berkolaborasi bersama,”ungkap dia.

Keempat, imbuh Isa, seluruh pelaku desa wisata harus mampu menjadi citizen journalism atau jurnalisme warga, mampu mempromosikan desa wisata melalui media news, media sosial, membuat website, blog, youtobe dan sebagainya, harus intens dilakukan.

“Sesering mungkin mempublish berita dan kunjungan wisata. Pemanfaatan smart phone dan teknologi digital menjadi media efektif untuk meningkatkan promosi desa wisata,”pungkasnya.