Selama 2018, Pantai Klayar Mampu Datangkan 1,7 Juta Wisatawan

oleh -624 views
Endang Surjasri saat meyampaikan laporan kepariwisataan pada Senin (21/1/2019). (Foto: Humas Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Pacitan Endang Surjasri saat berbincang dengan Suara Pacitan FM, Selasa (22/1/2019) mengatakan jumlah knjungan di obyek wisata tersebut selama tahun 2018 mencapai 1,7 juta wisatawan.

Menurut Endang, meski sempat tersendat akibat bencana alam banjir serta cuaca buruk di akhir 2017 namun animo pengunjung tak surut.

Bahkan target pendapatan Pantai Klayar yang dipatok hingga Rp 8,5 miliar mampu terpenuhi.“Kita sempat terpukul pascabencana (tahun) kemarin ditambah cuaca buruk namun alhamdulillah semua bisa kita lalui,”katanya, seperti dikutip dari laman Pemkab Pacitan.

Usai terjadi bencana, kata dia, Pemkab Pacitan memperbaiki sejumlah fasilitas di pantai yang terletak di Dusun Kendal, Desa Sendang Kecamatan Donorojo itu.

Sejumlah titik yang diperbaiki diantaranya pembangunan fasilitas parkir, jalur pejalan kaki hingga penataan pedagang. Total, imbuhnya lagi, anggaran sejumlah Rp3,5 miliar digelontorkan untuk memperbaiki sarana dan prasarana tersebut.

Baca juga: Indartato Resmikan Belasan Prasarana Hasil Pekerjaan Fisik Pacitan Tahun 2018

“Dengan fasilitas yang terus bertambah diharapkan kunjungan wisatawan ke Pantai Klayar makin meningkat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Pacitan Indartato meresmikan total 18 prasarana hasil pekerjaan fisik tahun 2018 Kabupaten Pacitan di kawasan Pantai Klayar, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo pada Senin (21/1/2019).

Dalam sambutannya, dia mengatakan pemanfaatan aset pemerintah harus ditujukan untuk mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat. “Ini merupakan aset kita semua untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat di Kabupaten Pacitan,” katanya, seperti dalam siaran pers Humas Pemkab Pacitan.

Lebih lanjut, Indartato mengatakan beberapa proyek yang ada diwilayah yang dipimpinnya itu merupakan hasil dari perencanaan diantara unsur pemerintahan.

Dia mencontohkan pembangunan bidang pariwisata. Selain dampaknya secara langsung dirasakan masyarakat, hasilnya juga untuk pemerintah daerah melalui sumbangan pendapatan asli daerah (PAD).

“Sekarang masyarakat disekitar lokasi wisata (taraf) hidupnya lebih meningkat. Indikator masyarakat sejahtera adalah sehat, pintar, dan dompete kandel. Nantinya, prasarana harus dirawat,” kata dia.