Ini Analisa BPBD Terkait Rentetan Gempa Bumi di Pacitan Sepekan Terakhir

oleh
Ilustrasi gempa Pacitan. (Foto : IST)
Ilustrasi gempa Pacitan. (Foto : IST)

Pacitanku.com, PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan memiliki analisis terjadinya peristiwa rentetan gempa bumi yang terjadi di wilayah Pacitan selama sepekan terakhir.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), setidaknya terjadi 9 kali gempa bumi di wilayah Pacitan selama sepekan terakhir. Gempa bumi terbaru yang tercatat terjadi di Pacitan terjadi pada Rabu (23/5/2018) pukul 17.35 WIB kemarin.

Baca juga: Gempa 5,1 SR Guncang Pacitan Pagi ini, BPBD: Tidak Berpotensi Tsunami

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan memiliki analisis terjadinya gemba bumi yang terjadi selama sepekan terakhir.

“Fenomena gempa bumi yang terjadi selama 9 kali dalam waktu satu minggu ini terjadi karena memang semakin meningkatnya aktivitas subduksi, posisi Pacitan berdekatan dengan zona subduksi,”kata Kepala Sie Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Dianita Agustinawati kepada Pacitanku.com, Kamis (24/5/2018) pagi.

Lalu apakah ada kaitannya dengan erupsi Gunung Merapi di DI Yogyakarta? Perempuan yang akrab disapa Nita ini tak bisa menjelaskan lebih jauh.

“Kalau kaitan dengan Merapi, saya secara teori belum bisa memberikan secara pasti, banyak versi yang berbicara, versi A, B dan C, tapi semuanya masih bisa berkembang, dan para ahlinya ada yang lebih berkompeten,”ujarnya lagi.

Secara khusus, imbuh Nita, upaya BPBD Pacitan sendiri saat ini terus melakukan upaya edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Karena, kata Nita, mitigasi sendiri lebih penting dalam konteks kebencanaan, apalagi Pacitan juga belum memiliki shelter bencana.

Sebagai informasi, sejumlah wilayah di Indonesia yang sudah dibangun shelter antara lain di wilayah pantai Sumatra dan wilayah Sulawesi. Sementara untuk Pulau Jawa akan dibangun di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan pantai seperti Cilacap, Banyuwangi dan Jember.

Shelter ini merupakan bagian dari rantai peringatan dini yaitu mempersiapkan sistem early warning mulai dari penyiapan peralatan, masuk ke masyarakat hingga ke penanggulangan.

“Secara fisik, Pacitan belum memilki shelter, sehingga yang kita bisa lakukan sementara ini menghimbau dan upaya mitigasi saja kepada masyarakat, salah satunya mitigasi dalam diri sendiri, lebih penting dari segalanya, dengan posisi Pacitan yang berdekatan dengan zona subduksi, jadi yang utama ya mitigasi,”jelas Nita.

Lebih lanjut, Nita mengungkapkan bahwa upaya dari BPBD adalah proses menanamkan kesadaran kepada masyarakat untuk penting melakukan kesiapsiagaan sejak dini.

“Yang penting, tugas kita menanamkan kesadaran kepada masyarakat saja, pentingnya kesiapsiagaan sejak dini, mengingat Pacitan rawan bencana, mari kita siaga, salam tangguh dan salam kemanusiaan,”pungkasnya.

Berikut rincian terjadinya peristiwa gempa bumi di wilayah Pacitan sejak sepekan terakhir, berdasarkan informasi dari BMKG.

Gempa bumi pertama terjadi pada Rabu (16/5) pukul 22.30 WIB. Gempa pada malam pertama bulan Ramadhan tersebut berkekuatan 5,1 SR yang berpusat Samudera Hindia atau 335 kilometer barat daya Pacitan.

Baca juga: Jangan Pernah Remehkan Gempa Bumi Kecil

Gempa bumi kedua kalinya terjadi pada Senin (21/5/2018) pukul 22.30 WIB. Data BMKG menyebut pusat gempa terletak di lokasi 8,09 LS dan 111,23 BT dengan arah timur laut Kabupaten Pacitan dengan jarak 18 kilometer dan berkedalaman sekitar 4 kilometer.

Sedangkan gempa bumi ketiga terjadi di Pacitan dengan kekuatan magnitudo 3,1 SR pada Selasa (22/5/2018) pukul 14.43 WIB. Gempa tersebut terjadi dengan lokasi di 9,21 Lintang Selatan dan 110,54 Bujur Timur.Data BMKG menyebut pusat gempa ada di arah barat daya Kabupaten Pacitan dengan jarak 130 kilometer dan berkedalaman sekitar 23 kilometer.

Selanjutnya, gempa bumi keempat di wilayah Pacitan dengan kekuatan magnitudo 3,0 SR pada Selasa (22/5/2018) pukul 20.53 WIB. Gempa tersebut terjadi dengan lokasi di 8,99 Lintang Selatan dan 111,33 Bujur Timur. Data BMKG menyebut pusat gempa ada di arah tenggara Kabupaten Pacitan dengan jarak 91 kilometer dan berkedalaman sekitar 10 kilometer.

Gempa bumi kelima terjadi dengan kekuatan magnitudo 3,0 SR pada Selasa (22/5/2018) pukul 20.50 WIB. Gempa tersebut terjadi dengan lokasi di 8,99 Lintang Selatan dan 111,33 Bujur Timur. Data BMKG menyebut pusat gempa ada di arah tenggara Kabupaten Pacitan dengan jarak 91 kilometer dan berkedalaman sekitar 10 kilometer.

Peristiwa gempa bumi di wilayah Pacitan disusul dengan gempa bumi dengan magnitudo lebih besar, yakni berkekuatan 5,1 pada Rabu (23/5/2018) pukul 2.38 WIB dengan lokasi di 9,39 Lintang Selatan dan 110,53 Bujur Timur. Adapun jaraknya terletak di 149 kilometer barat daya Pacitan dan kedalaman 10 kilometer.

Tak berselang lama kemudian, terjadi kembali gempa di wilayah Pacitan dengan kekuatan magnitudo 4,4 SR pada Rabu (23/5/2018) pukul 3.12 WIB dengan lokasi 9,40 Lintang Selatan dan 110,54 Bujur timur dan jarak 149 barat daya Pacitan dan kedalaman 10 kilometer.

Pada Rabu (23/5/2018) pukul 03.19 WIB gempa kembali terjadi di Pacitan dengan kekuatan magnitudo 3,4 SR dengan lokasi di 9,23 Lintang Selatan dan 110,57 Bujur Timur. Adapun jarak terjadinya gempa adalah 131 kilometer barat daya Pacitan dan kedalaman 25 kilometer.

Selanjutnya, gempa kembali terjadi di Pacitan pada Rabu (23/5/2018) pukul 17.35 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,2 SR dengan lokasi di 9,21 Lintang Selatan dan 110,54 Bujur Timur. Adapun jarak terjadinya gempa adalah 130 kilometer barat daya Pacitan dan kedalaman 30 kilometer.

Pewarta/Penyunting: Dwi Purnawan