Kethek Ogleng Pacitan Hibur Peserta Sarasehan Kearifan Lokal Jatim 2018

oleh
Kethek Ogleng tampil di Surabaya. (Foto: Dok Sanggar Condro Wanoro)

Pacitanku.com, SURABAYA – Kesenian asli Kabupaten Pacitan, Kethek Ogleng sukses menghibur para peserta Sarasehan Kearifan Lokal dan Keserasian Sosial Tahun 2018 yang digelar oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur pada Minggu (13/5) hingga Selasa (15/5) di Fave Hotel Mex Kota Surabaya.

Galih, pejabat Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur bahkan mengaku kagum dengan kesenian yang berasal dari Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan tersebut.

Baca juga: Inspirasi dari Seni Tari Kethek Ogleng dari Tokawi

“Seni Kethek Ogleng yang selama ini baru saya dengar namanya, ternyata luar biasa menjadi hiburan yang pantas kita tonton dan banggakan sebagai seni asli asal Desa Tokawi Nawangan Kabupaten Pacitan,”katanya.

Dia menyebut bahwa kesenian Kethek Ogleng yang dibawa oleh Sanggar seni Condro Wanoro tersebut bisa menjadi ragam kesenian Jawa Timur. “Dan tentu saja juga menjadi ragam kesenian  Jawa Timur,”katanya lagi.

Dalam sarasehan dengan tema “Penguatan kearifan lokal dan membangun keserasian sosial sebagai upaya mendorong pencegahan konflik sosial” tersebut, para penari Kethek Ogleng nampak lincah menghibur para peserta sarasehan. Gerakan meliuk-liuk khas Kethek Ogleng menambah ‘gayeng’ seminar tersebut.

Baca juga: Kethek Ogleng Diharapkan Lebih Dikenal Sebagai Budaya Asli Indonesia

Ketua Sanggar Seni Condro Wanoro, Sukisno saat dihubungi Pacitanku.com mengatakan bahwa para penari yang rata-rata masih pelajar tersebut menampilkan kreasi tari yang diciptakan Sutiman dengan dua sesi.

“Dan banyak pengalaman berharga kami peroleh dalam pementasan ini, para pemirsa benar-benar merasa terhibur,”katanya.

Sukisno menyebut bahwa sebagai relawan penggiat pelestarian saat menerima pujian dan apresiasi ini justru merasa mendapat beban tanggung jawab semakin berat untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas seni Kethek ogleng.

“Tentunya agar semakin baik  agar tidak mengecewakan harapan para pendukung, sekalipun rasanya sangat berat karena keterbatasan para relawan penggiat  dalam segala hal,”ujarnya lagi.

Dia mengharapkan segenap masyarakat Pacitan untuk terus membantu upaya pelestarian Kethek Ogleng tersebut.

“Kami terus berharap partisipasi dan simpatisan Masyarakat Pacitan pada umumnya, dan Tokawi Nawangan khususnya, berkenan membantu upaya pelestarian dan pengembangan seni Kethek Ogleng,”pungkasnya. (RAPP002)