Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Rusak Sejumlah Bangunan di Pacitan

oleh -131.067 views
Warga membersihkan material pohon tumbang dari atas mobil.

Pacitanku.com, PACITAN – Bencana alam angin kencang dan gelombang tinggi masih menjadi momok di Pacitan setidaknya selama beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Windarto dalam keterangannya Jumat (23/3/2018) menuturkan bahwa gelombang tinggi dipicu adanya badai Markus di sekitar perairan Samudera Hindia.

“Warga yang beraktifitas di sekitar laut, agar selalu waspada, pasalnya dampak badai markus ini masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan,”katanya.

Akibat gelombang tinggi, sejak Rabu (22/3) ombak laut telah memasuki dermaga dan membuat para nelayan kocar-kacir mengevakuasi perahu.

Tak hanya wilayah perairan yang terdampak. Di wilayah Pacitan bagian Desa Bolosingo, Kecamatan Pacitan juga terjadi angin kencang yang menimpa lima rumah dan satu unit mobil milik warga pada Kamis (22/3/2018) kemarin.

Adalah sebuah mobil Toyota Innova ringsek setelah tertimpa pohon tumbang di Pacitan. Kendaraan bernomor polisi AE 1767 XB tersebut rusak berat pada bagian atap dengan posisi membujur. Pemiliknya bernama Suyadi, warga Desa Bolosingo, Kecamatan Pacitan. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Diketahui, sebelum kejadian hujan deras melanda wilayah Pacitan selama 1 jam. Peristiwa itu disertai angin kencang. Tanpa disadari, pohon Segawe yang terletak di samping rumah korban ambruk. Batang kayu berdiameter 30 centimeter itu pun langsung menimpa mobil yang berada di tempat parkir.

Sementara, lima rumah warga yang menjadi korban keganasan angin kencang pada kamis kemarin adalah rumah milik Sogiat (68) warga RT/RW 03/III Dusun Nglegok Desa Bolosingo Pacitan. Rumah Sogiat  mengalami kerusakan teras depan tertimpa pohon Pule kerugian diperkirakan sekitar Rp5 juta.

Rumah warga yang menjadi korban lainnya adalah Wantohir (56) warga RT/RW 01/III Dusun Nlegok Desa Bolosingo Kecamatan Pacitan. Rumah Wantohir terbawa angin dengan kerugian diperkirakan sekitar Rp2 juta.

Berikutnya rumah Satini (40) warga RT/RW 02/II Dusun Ngasem, Desa Bolosingo Kecamatan Pacitan, dimana atap rumah terbawa angin kerugian diperkirakan sekitar Rp2 juta.

Berikutnya adalah rumah Misraji (54) warga RT/RW 02/II Dusun Ngasem Bolosingo Kecamatan Pacitan (kerugian Rp1 juta) dan terakhir adalah rumah Ujang (46) warga RT/RW 01/III Dusun Nglegok Desa Bolosingo Kecamatan Pacitan (kerugian Rp 2 juta). (RAPP002)