Puluhan Warga Pacitan Nekat Bertahan Saat Diterjang Banjir

oleh -131.627 views
Banjir yang menggenangi Pacitan pada Selasa (28/11/2017).

Pacitanku.com, NGADIROJO – Puluhan warga di sejumlah desa di Pacitan nekat bertahan di rumah mereka yang terendam banjir bandang hingga ketinggian satu meter lebih. Warga memilih menyelamatkan barang-barang serta ternaknya, meski air telah masuk ke dalam rumah.

Saat diingatkan relawan untuk mengungsi, warga sebagian terdiam dan sebagian lain mengaku bingung karena tak siap menghadapi banjir besar yang baru pertama terjadi di wilayah tersebut. “Kami berharap banjir segera surut,” kata Sutikno, warga Desa Hadiwarno, Selasa (28/11/2017).

Hanya sebagian kecil warga yang memilih mengungsi, terutama orang tua yang sudah jompo atau anak-anak.

Warga mengatakan masih ingin bertahan selama banjir belum terlalu tinggi hingga merendam separuh lebih bagian rumah mereka.

“Selama masih bisa ‘jejeg’ (berdiri), tidak masalah,” kata salah satu warga lain yang mengemasi barang-barangnya.

Rafli, salah satu pemuda yang tergabung bersama remaja lain berusaha menyisir beberapa rumah di sepanjang jalur lintas selatan Desa Hadiwarno yang terendam banjir setinggi 1,5 meter untuk mengingatkan warga.

Namun usahanya tak segera membuahkan hasil, karena hanya sebagian kecil yang memilih mengungsi ke tempat aman atau pindah ke rumah berlantai dua untuk bertahan sambil mengawasi rumah mereka.

“Ibu-ibu, orang tua dan anak-anak, termasuk warga yang sakit kami imbau untuk segera mengungsi karena kami tidak tahu apakah banjir akan semakin besar atau segera surut. Entah sampai kapan, ini hujan masih mengguyur dan debit banjir sepertinya terus meningkat,” ujarnya.

Sementara di jembatan JLS Desa Hadiwarno, puluhan warga dan pengendara lalu lintas memilih berhenti dan menonton dari lokasi yang belum tergenang banjir.

Akses jalur lintas selatan dari maupun menuju pusat Kota Pacitan melalui Kabupaten Trenggalek terputus total akibat banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di daerah itu sejak Selasa pagi.

Belum ada konfirmasi resmi mengenai korban jiwa. Pihak BPBD Pacitan, Basarnas maupun jajaran TNI/Polri setempat sampai saat ini masih terus melakukan pendataan.

Luapan banjir terpantau merendam belasan desa di Kecamatan Ngadirojo akibat jebolnya tanggul di kawasan hilir Sungai Lorok yang terus meluap hingga mendekati batas jalan di permukaan jembatan JLS yang melintas di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo.

Selain banjir akibat luapan Sungai Lorok, bencana serupa juga terjadi di kawasan perkotaan di Desa Sirnoboyo dampak lubernya aliran Sungai Grindulu.

Menurut penjelasan Sekretaris BPBD Pacitan Ratna Budiono, bencana banjir bandang tan tanah longsor di Pacitan merupakan dampak langsung badai Siklon Tropis yang melanda kawasan pesisir selatan Jawa-Bali sehingga menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin (27/11). (Ant/RAPP002)