Bupati Pacitan: Sejak Jenjang SD, Perlu Disadarkan Risiko Bencana Alam

oleh -131.434 views
Bupati Pacitan Indartato saat mmebuka sekolah laut. (Foto: Humas Pemkab)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Indartato mengharapkan upaya pemberdayaan masyarakat dalam upaya menyukseskan program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) terus dioptimalkan. Bahkan, penyadaran itu bisa dilakukan sejak jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga SLTA.

Indartato mentakan bahwa PRB perlu ditanggulangi bersama. Mulai pemerintah, masyarakat, dan pengusaha, serta seluruh elemen di Kabupaten Pacitan.

“Upaya bersama itu dilakukan karena pemerintah tidak mampu melakukannya sendirian, masyarakat harus diberdayakan dan sadar dengan potensi bencana alam,”jelasnya saat membuka Gerakan Pengurangan Risiko Bencana Apel 1.000 Relawan Sekolah Laut 2017 di Lapangan Pancer Timur, Desa Kembang, Pacitan, Sabtu (4/11/2017).

Dia mengatakan bahwa bentuk kesadaran tersebut paling tidak diwujudkan melalui pengenalan maupun antisipasi sejak dini. “Bisa dilakukan di sekolah-sekolah oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mulai Sekolah Dasar sederajat sampai SLTA,”tukasnya.

Lebih lanjut, Indartato menyampaikan bahwa pengurangan risiko bencana merupakan salah satu program guna memperkuat kapasitas Kabupaten Pacitan.

Dalam konteks kearifan lokal pada pembangunan mitigasi bencana. Sebab dampak dari bencana alam itu sendiri cukup besar. Karena mampu merusak dan bahkan menghilangkan hasil-hasil pembangunan selama puluhan tahun hanya dalam waktu singkat.

“Mari kita sebarkan dan kembangkan pengetahuan pengelolaan pesisir laut dan pegurangan risiko bencana,” tandas dia.

Sebelumnya, Guru Besar bidang kebencanaan Syamsul Maarif mengatakan perlu adanya usaha untuk mengantisipasi apabila bencana terjadi sehingga meminimalisir korban akibat bencana dalam rangka mencegah dan menghindari berbagai bencana.

“Perlu adanya kerjasama antara pemerintah, swasta dan masyarakat /komunitas secara terpadu dan terkoordinasi sehingga penanganan bencana dapat dilaksanakan secara maksimal dengan adanya gerakan pengurangan risiko bencana,”tukasnya.

Hal itu, kata Syamsul, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran membawa semangat kebersamaan kesetiakawanan sosial gotong royong yang baik sehingga menjadi nilai budaya di masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana diwilayahnya masing-masing.

“Berdampingan dengan potensi bencana menjadi kebiasaan hidup masyarakat Pacitan, letak geografis kabupaten Pacitan berada dan berhadapan langsung dengan pesisir Selatan pulau Jawa dimana daerah tersebut merupakan bagian dari lempeng aktif dunia merupakan daerah yang sangat rawan akan potensi terjadinya bencana alam, baik bencana banjir, bencana tanah longsor, gempa bumi, gelombang pasang tsunami bencana kebakaran maupan kekeringan,”pungkasnya. (Humas Pemkab/RAPP002)