Gubernur Jatim Apresiasi Pesatnya Pemerataan Ekonomi di Pacitan

oleh -131.222 views
Soekarwo saat meninjau rumah bantuan dari kementerian perumahan rakyat di Lingkungan Teleng Ria, Kelurahan Sidoharjo Pacitan, Jumat (18/8). (Foto: Jajat Suhera/Info Pacitan)
Soekarwo saat meninjau rumah bantuan dari kementerian perumahan rakyat di Lingkungan Teleng Ria, Kelurahan Sidoharjo Pacitan, Jumat (18/8). (Foto: Jajat Suhera/Info Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, pemerataan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pacitan meningkat cukup pesat sehingga rasio kemiskinan daerah ini terus merangkak naik.

“Kalau dikatakan tertinggal sebetulnya tidak ya. Pacitan itu ‘progress’-nya sangat cepat,” kata Soekarwo saat berkunjung di Kabupaten Pacitan, Jumat (18/8/2017).

Data Badan Pusat Statistik yang dirilis pada tahun 1998-1999, kata orang nomor satu di Pemprov Jatim yang akrab disapa Pakde Karwo ini, Pacitan memang masih berstatus daerah tertinggal.

Posisi daerah terpencil di ujung barat pesisir selatan Jatim ini hanya satu strip di atas Kabupaten Sampang yang berstatus daerah termiskin di Jawa Timur.




Namun seiring pertumbuhan ekonomi masyarakat, perluasan sektor usaha mikro, hasil bumi dan kelautan hingga pariwisata telah mendorong meningkatnya kesejahteraan rata-rata penduduk Pacitan.

Menurut Karwo, peringkat kemiskinan Pacitan terus naik merangsek daerah-daerah lain di Jatim, dari sebelumnya di peringkat 22 lalu 18 pada periode 2005-2010, saat ini kota kelahiran Presiden ke-6 RI ini telah menempati urutan 15 dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Sekarang Sampang posisinya tetap, kemiskinan masih 23 persen. Kemudian yang progres dari 22 lalu 18, sekarang di urutan 15. Jadi (Pacitan) ada progress yang sangat tinggi sekali,” katanya.

Pakde Karwo menilai keberhasilan Pacitan lepas dari status “daerah tertinggal” bahkan dari cap “daerah miskin” tidak lepas dari etos dan semangat kerja warganya dalam berproduksi.

“Di sini ,msyarakatnya produktif. Tetapi kalau mengukurnya dari pendapat per kapita, agregat kumpulan memang masih belum tapi dari sisi pemerataan, (Pacitan) relatif bagus,” ujarnya.

Ada beberapa upaya yang menjadi prioritas dilakukan pemerintah pusat, Pemprov Jatim maupun Pemkab Pacitan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi warga pesisir Pacitan maupun daerah-daerah lain.

Salah satunya menurut Pakde Karwo adalah mengembangkan pelabuhan perikanan di Pacitan ini.

“Salah satu fokus kami adalah pelabuhan perikanan, dan berhasil. Dari sekarang per bulannya bisa menghasilkan 48-50-an ton. Ada 6 ribu ton per tahun, yang tadinya per bulannya sekitar 6 ton,” papar Soekarwo.

Kemajuan sektor perikanan tersebut diapresiasi Bupati Pacitan yang giat mendorong masyarakatnya untuk membuat aneka produk turunan dari bahan baku hasil tangkapan ikan ataupun hasil budidaya tersebut, sehingga memberi nilai tambah bagi industri hulu dan hilir di wilayah ini, kata Pakde Karwo. (RAPP002/Ant)