Pacitan Komitmen Wujudkan Hak dan Perlindungan Anak

oleh -131.975 views
Anak - anak TK di Pacitan mengenakan lurik. (Foto : Wasi Prayitno)
Anak - anak TK di Pacitan mengenakan lurik. (Foto : Wasi Prayitno)
Anak - anak TK di Pacitan mengenakan lurik. (Foto : Wasi Prayitno)
Anak – anak TK di Pacitan mengenakan lurik. (Foto : Wasi Prayitno)

Pacitanku.com, PACITAN – Pemenuhan hak dan perlindungan terhadap anak menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Pacitan. Ini menyusul penetapan Pacitan sebagai Kabupaten Layak Anak tahun 2017.

Penyerahan penghargaan diterima langsung oleh Bupati Indartato dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA), Yohana Yembise di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (22/7) malam lalu.

Adapun, komitmen itu, kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak dr Trihariadi Hendra Purwaka tertuang dalam Perda nomor 1 tahun 2013. Pelaksanaannya melibatkan pemangku kepentingan di semua lini.




“Kita bersama-sama dengan masyarakat untuk bagaimana bisa memenuhi hak-hak anak. Meskipun dengan sumberdaya yang terbatas kita berupaya mewujudkan hak anak dan perlindungan anak di Kabupaten Pacitan,” katanya, dikutip dari laman Pemkab Pacitan pada Jumat (28/7/2017).

Menurut Hendra, selama ini layanan hak dasar anak di Pacitan relatif tidak ada masalah. Di bidang kesehatan misalnya, hampir semua anak mendapat imunisasi.

Demikian juga dengan fasilitas kesehatan baik puskesmas maupun posyandu yang menjangkau semula wilayah, termasuk pelosok pedesaan. Ini juga berlaku untuk ketersediaan air minum, serta sanitasi yang memadai.

Sementara, di era teknologi informasi, Hendra menyebut bahwa tantangan mendidik anak makin kompleks. Ini karena masuknya segala jenis informasi dengan mudah melalui gawai canggih semisal telepon pintar.

Hal itu dapat dimaknai lompatan positif bagi anak-anak, namun dapat pula berdampak buruk jika tidak diawasi dengan baik. Peran orang tua sangatlah penting mengarahkan anak menggunakan teknologi secara bijak.

“Lingkungan harus juga memperhatikan. Kalau lingkungan memperhatikan, lingkungan baik insya Allah anak tersebut juga baik. Utamanya tentu juga tidak bisa lepas dari orang tua maupun keluarga yang tinggal di rumah,”pungkasnya. (RAPP002)