Waduh, Ada ”Jeglongan Sewu” di Kecamatan Punung Pacitan

oleh -Dibaca 3.119 kali
Jalan rusak di Desa Tinatar Punung. (Foto: Murnianto)
Jalan rusak di Desa Tinatar Punung. (Foto: Murnianto)

Pacitanku.com, PUNUNG – Persoalan infrastuktur jalan di Pacitan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah setempat. Data dari Dinas Bina Marga Pacitan menyebut bahwa dari total 798 kilometer jalan yang ada, sebanyak 349,8 kilometer atau 43,8 persen dalam kondisi rusak.

Adapun, rinciannya adalah 24,1 persen atau sekitar 192,4 kilometer kondisinya rusak berat dan 19,7 persen atau sepanjang 157,4 kilometer rusak ringan. Sementara itu, penanganan jalan rusak tersebut bakal berjalan lamban karena kendala anggaran.

Salah satu jalan yang mengalami kerusakan cukup parah adalah jalan Penghubung Desa Gondosari, Desa Tinatar dan Kebonsari (Punung)  menuju ke Jawa Tengah. Di jalan tersebut, banyak lubang menganga yang membahayakan bagi yang melewatinya. Ibarat lubang, jalan tersebut mirip dengan jalnber lubang di berbagai wilayah yang akhirnya dijuluki “Jeglongan sewu.”




Murnianto, salah satu warga Desa Tinatar, Punung, sampai mengeluhkan rusaknya jalan ini melalui obrolan sebuah grup social media facebook. “Kami hanya meminta perbaikan akses jalan bukti adanya kepemimpinan, seperti, mungkin 7 tahun lalu yang kami rasakan. Dan, kemudian biarkan kami mengantar nasib di jalan yang kau sediakan,” katanya.

Jalan rusak di Desa Tinatar Punung. (Foto: Murnianto)

“Memang, kami pun masih mampu berjalan penuh harapan menunggu giliran diantara bencana musiman yang menuntut segera penanganan. Berlari sedapat yang memungkinkan dan terseok diantara kubangan.”

“Lalu sampai kapan kami mampu mengurut dada setelah kondisi ini menjadi yg terburuk setelah mungkin 7 tahunan. Sedangkan kabar di sana fasilitas rekreasi dan kesenangan digelontor kemewahan. Membuat pemikiran kami yang legowo dengan cukup ditambal timbangane bakal menjadi teriris dengan rasa meri,”imbuhnya lagi.

Saat dikonfirmasi Pacitanku.com melalui pesan singkat, Senin (20/2/2017), Murnianto mengatakan bahwa lubang yang ada di jalur tersebut sudah bertahun-tahun, namun untuk kondisi terparah terjadi saat mulai musim penghujan tahun ini.“Kalau banyak lubang cukup lama dua tahunan lebih, tapi kondisi terparah baru musim penghujan ini,”ujarnya.

Setelah dirinya mengunggah foto jalan berlubang tersebut ke socmed, dirinya kemudian mendapatkan info bahwa jalan penghubung desa tersebut akan segera diperbaiki.“Infonya dari Pak Himo Kepala Desa Tinatar via BBM bahwa SK perbaikan sudah turun tinggal menunggu pelaksanaan,”pungkasnya. (RAPP002)