Wayang Beber Semarakkan Apel Kesetiaan NU di Pacitan

oleh -Dibaca 2.475 kali

Pacitanku.com, PACITAN – Puluhan ribu santri Nahdlatul Ulama (NU) se Jawa Timur menggelar apel kesetiaan NU untuk NKRI yang dimulai Jumat (6/1/2017) dan berakhir pada Ahad (8/1/2017) besok.

Apel kesetiaan akan dilaksanakan Sabtu-Ahad, 7-8 Januari 2017 di Pantai Pancer Door Pacitan. Sabtu malam akan dilaksanakan istighotsah dan pengarahan para ulama. Sedangkan Ahad pagi akan digelar apel kesetiaan di pantai. Kegiatan ini mengusung tema ‘Meneguhkan Persatuan Nasional dan Persatuan Umat Islam.

Dalam agenda akbar tersebut, banyak kegiatan yang digelar menjelang Apel Kesetiaan NU untuk NKRI. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pacitan selaku tuan rumah menyiapkan berbagai acara.

Ketua PCNU Pacitan KH Mahmud menjelaskan, acara dilanjutkan Jumat malam. PCNU Pacitan akan menggelar tahlil dan istighotsah di lokasi apel, yakni Pantai Pancer Door. ‘’Tahlil ini untuk mendoakan para auliya, penyebar Islam, pendiri jam’iyyah Nahdlatul Ulama, tokoh-tokoh NU Pacitan dan berdoa untuk kelancaran acara apel kesetiaan NU,’’ katanya.

Mahmud menambahkan dalam apel tersebut juga digelar pementasan seni budaya wayang beber di lokasi apel. Acara ini tentu spesial karena tak banyak pagelaran wayang beber dilaksanakan di pinggir lautan atau pantai. “Wayang beber ini asli Pacitan. Jadi kami juga ingin menunjukkan budaya asli Pacitan,” jelasnya.

Sebagai informasi, wayang beber adalah kesenian khas Pacitan yang berasal dari Talun, Kecamatan Donorojo. Saat ini wayang beber terus dipopulerkan oleh berbagai tokoh, seniman maupun akademisi.

Sementara, Ahmad Samsul Rijal, salah satu tim koordinator penyelenggara apel menyatakan, Apel Kesetiaan telah menggerakkan konsolidasi kekuatan internal NU di tingkat cabang se-Jawa Timur.“Konsolidasi NU Jawa Timur itu kita satukan di Pacitan dalam bentuk Apel Kesetiaan sambil mempelajari perjuangan para wali dan ulama Pacitan dalam menguatkan NU dan Nasionalisme,”ujarnya.

Menurut Rijal, penempatan Apel Kesetiaan di ujung barat selatan Jawa Timur ini sekaligus untuk menyambungkan (tawassulan) dan mengambil pembelajaran (tabarrukan) terhadap figur kharismatik ulama Nusantara dalam membangun kemandirian, keteladanan ber-NU dan nasionalisme.




“Di samping ada pondok pesantren tertua, Tremas di Arjosari Pacitan, juga ada sosok kharismatik, Mbah Umar Tumbu, dikenal sebagai wali autad yang menjadi paku bumi tanah Jawa saat ini, dan di samping kediaman beliau ada menara NU dengan tinggi lebih kurang 30 meter yang di ujung atas menara selalu berkibar bendera Merah Putih,”paparnya.

Orasi Pangdam V Brawijaya dan Ketua PWNU

Rencanaya, puncak Apel akan digelar Ahad Pagi (8/1). Ketua PWNU Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah dan Pangdam V Brawijaya dijadwalkan akan memberikan orasi tentang kebangsaan. Pada kesempatan itu akan diresmikan pula Laskar NKRI.

Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI I Made Sukadana  dijadwalkan memberikan wawasan kebangsaan (wasbang) kepada seluruh santri se-Jawa Timur yang nantinya akan menghadiri kegiatan apel tersebut.            

Menurut Pangdam, dirinya akan memberikan suatu materi wasbang terhadap para santri yang nantinya akan berkumpul di Kabupaten Pacitan. “Itu memang tugas TNI, nanti kita akan berikan pembekalan wasbang kepada para santri disana,” kata I Made Sukadana  belum lama ini saat menerima audiensi dari PWNU Jatim.            

Pangdam menambahkan, selama kegiatan itu berjalan, dirinya akan menghimbau seluruh personelnya untuk tetap saling menjalin sinergitas dan kerjasama kepada seluruh masyarakat guna terwujudnya kemanunggalan antara TNI dan Rakyat. “Sinergitas guna terwujudnya kemanunggalan TNI dan Rakyat. (RAPP002)