Pergerakan Tanah Meluas, Jembatan Bailey Gemaharjo Diperkirakan tak Bertahan Lama

oleh -977 views
Traffic Light dipasang di jalur jembatan bailey. (Foto: Widy Sumardji)
Traffic Light dipasang di jalur jembatan bailey. (Foto: Widy Sumardji)

Pacitanku.com, TEGALOMBO – Keberadaan jembatan bailey di Dusun Dondong, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo diperkirakan tidak akan bertahan lama. Ada kekhawatiran, pergerakan tanah di kawasan itu bakal meluas dan mendekati jembatan darurat tersebut.

Apalagi sebelumnya, kembaran jembatan bailey tersebut sudah dibongkar lantaran retakan tanah muncul di jalan masuk jembatan. ‘’Kondisi tanah di sekitar jembatan labil dan rawan mengalami pergerakan. Di sisi lain, volume kendaraan yang melintas cukup padat,’’ ujar Budi Harisanoso kasi jalan UPT Bina Marga Jatim wilayah Pacitan, Minggu kemarin (18/12).

Untuk mengamankan badan jembatan, lanjut Budi Hari, pihaknya sudah memasang portal di masing-masing ujung jembatan tersebut. Tujuannya supaya kendaraan dengan tonase lebih dari 10 ton tidak melintas di atas jembatan bailey yang dibangun awal 2016 itu. Tapi, kemarin (18/12), portal yang dibangun dari bekas baja penyangga jembatan bailey lama tersebut ambruk.

Kemungkinan portal diterjang truk yang nekat nyelonong melintas diatas jembatan. Padahal, sudah ada larangan kendaraan besar dengan tonase di atas 10 ton melintasi jembatan tersebut. Pembatasan itu bertujuan agar jalur Pacitan-Ponorogo tidak putus total jika jembatan tidak berfungsi.‘’Cukup disayangkan kalau ada yang melanggar portal. Rencananya Senin (hari ini, Red) diperbaiki ditambah fondasi ompak di sekelilingnya,’’ imbuhnya.




Sebagaimana diberitakan sebelumnya di Pacitanku.com, Forum Lalu Lintas Kabupaten Pacitan akhirnya memasang pagar pembatas tonase kendaraan atau portal di jembatan darurat (bailey) di Dusun Dondong, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo pada Selasa (13/12/2016). Adapun lebar portal yang dipasang tersebut adalah 2,4 meter dan tinggi 2,75 meter.

Hal tersebut dilakukan setelah beberapa kali kedapatan kendaraan berat dengan tonase lebih dari 10 ton masih ‘ngeyel’ melewati jalan utama Ponorogo menuju ke Pacitan, atau sebaliknya. Padahal, larangan lewat untuk kendaraan berat sudah diputuskan forum lalu lintas Pacitan dan mulai berlaku sejak awal Desember.

Sebelumnya, tindak lanjut dari hasil kajian tim teknis atas konstruksi jembatan bailey, Dusun Dondong Desa Gemaharjo, Forum Lalu Lintas Kabupaten Pacitan memutuskan larangan melintas di atas jembatan tersebut bagi kendaraan bus besar, tronton dan trailer maupun kendaraan lain yang berat kendaraan berikut muatannya total melebihi 10 ton.

Jalur darurat di area Jembatan Baily yang merupakan jembatan alternatif sementara yang menghubungkan Pacitan menuju Ponorogo, yakni di dusun Dondong, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo mengalami keretakan pada Rabu (30/11/2016) siang. Jalur yang berada di Kilometer 223 Surabaya itu kembali retak akibat tanah dibawahnya bergerak.

Sebelumnya, jalur tersebut mengalami  amblas empat kali, yakni pada Jumat (24/4/2015), Senin (4/5/2015), Kamis (15/10/2015) dan Rabu (20/1/2016). Selanjutnya UPT Bina Marga Jawa Timur  membangun dua jembatan Baily agar kendaraan tetap bisa melewati jalur tersebut yang selesai dibangun pada akhir Juni 2016 lalu. (RAPP002/her/yup)

Sumber: Radar Madiun