Momen 212, Pacitan Diterjang Longsor, Banjir, Pohon Tumbang, Hingga Gempa Bumi

oleh -Dibaca 2.589 kali
Material longsor merubuhkan rumah warga di Tegalombo. (Foto: Info Pacitan)
Material longsor merubuhkan rumah warga di Tegalombo. (Foto: Info Pacitan)
Material longsor merubuhkan rumah warga di Tegalombo. (Foto: Info Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Hujan deras yang mengguyur hampir merata di Kabupaten Pacitan menyebabkan sejumlah kejadian bencana terjadi di kampung halaman Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (2/12/2016).

Informasi yang dihimpun Pacitanku.com dari berbagai sumber, sejumlah kejadian bencana tersebut adalah banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan gempa bumi dengan intensitas ringan. Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG), gempa dengan kekuatan 3,2 skala richter tersebut terjadi pada Jumat (2/12/2016) sekitar pukul  6.19 WIB di 8.81 LS,111.19 BT  atau 68 km tenggara Pacitan dengan kedalaman 21 kilometer.




Selain gempa bumi, sejumlah bencana alam lain juga menimpa sejumlah daerah di Pacitan. Di Desa Sirnoboyo, Pacitan, sebanyak 15 rumah warga tergenang dan persawahan terendam banjir.

“Banjir terjadi di Dusun Krajan, Dusun Suruhan yang menimpa 15 rumah warga terendam banjir, kemudian ada pohon nangka tumbang menutup jalan dan jembatan di Bendo, Krajan Sirnoboyo yang menyebabkan kendaraan roda empat tidak bisa lewat,”kata Arifin, Kepala Desa Sirnoboyo.

Masih di wilayah Kota, informasi dari anggota Satlinmas Satpol PP Pacitan menyebutkan terjadi genangan air di seputaran Jalan Imam Bonjol dan Jaksa Agung Suprapto. Bahkan, rumah milik Sukardi, warga RT/RW 01/III Lingkungan Gantung, Pacitan mengalami longsor dan sebuah pohon di dekat rumah tersebut menimpa rumah Sukardi.

Di Kecamatan Kebonagung, peristiwa pohon tumbang juga terjadi di Dusun Dungkulan, Desa Wonogondo, Kecamatan Kebonagung pada kamis malam. Berkat kerjasama warga, pohon tumbang tersebut dapat disingkirkan.

Sementara, peristiwa tanah longsor juga terjadi di sejumlah titik di jalur utama Pacitan-Ponorogo. Longsor pertama terjadi pada Kamis malam pukul 23.22 WIB, tepatnya di Desa Ngreco, Tegalombo, jalur sempat tertutup sebelum akhirnya bisa dilalui kembali pada Jumat dini hari pukul 02.00 WIB.

Di jalur ini, sejumlah titik longsor dengan skala kecil juga terjadi, seperti di tikungan sebelum Balai Desa Borang, Kecamatan Arjosari Km 262 Surabaya. Selanjutnya, informasi dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Pacitan, jalur alternatif Tegalombo-Bandar, tepatnya di Grenjeng mengalami longsor sebanyak lima titik.

Tanah longsor cukup parah menimpa rumah warga di Desa Krajan, Kecamatan Tegalombo. Material longsor merubuhkan rumah milik warga setempat. Hingga kini masyarakat setempat melakukan kerja bakti pembersihan material longsor tersebut. (RAPP002)