Puncak Hujan Hingga Awal 2017, BPBD Pacitan Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

oleh -1.472 views
Kondisi JLS yang masih tertutup material Longsor. (Foto: Wira Swastika/Pacitanku CJ)
Kondisi JLS yang masih tertutup material Longsor. (Foto: Wira Swastika/Pacitanku CJ)
Kondisi JLS yang masih tertutup material Longsor. (Foto: Wira Swastika/Pacitanku CJ)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Tri Mudjiharto mengatakan bahwa puncak musim hujan diperkirakan pada Januari 2017. Hal itu sesuai dengan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang diterima BPBD setempat.

Meski demikian ia berharap agar warga terus meningkatkan kewaspadaan sedini mungkin. Sebab, mayoritas wilayah di kabupaten tersebut berupa perbukitan batu kapur yang rentan amblas saat musim hujan berlangsung.  “Kesadaran warga tentang masalah ini sudah mulai meningkat,” katanya, Selasa kemarin.

Buntut hujan yang terjadi terus menerus, setidaknya ada empat kali bencana tanah longsor selama bulan November ini. longsor sebanyak dua kali terjadi di Dusun Ndegel, Desa Ngreco Kecamatan Tegalombo pada Rabu (2/11/2016) dan Selasa (15/11/2016). Selanjutnya, masih di Tegalombo, bencana tanah longsor juga terjadi pada Minggu (13/11/2016) di Desa Krajan, Tegalombo.




Di wilayah Pacitan bagian utara, bencana alam juga terus mengintai Pacitan, karena jalan penghubung antara Desa Ngadirojo dengan Desa Wonokarto juga mengalami longsor. Jalan tersebut belum bisa dilintasi roda empat. Hanya roda dua saja yang bisa melintas.

Masih di Ngadirojo, bencana alam lain, yakni banjir juga terjadi. Setidaknya empat rumah warga di Dusun Bondalem, Desa Wonodadi Wetan, Kecamatan Ngadirojo hanyut diterjang banjir Sungai Lorok, Rabu (9/11) malam. Penyebabnya karena tebing didekat rumah mereka terkikis air sungai. Kini jarak rumah mereka dengan sungai tinggal beberapa meter.

Yang terparah terkikis air yakni yang berada belokan aliran sungai Lorok. Senderan sungai setinggi sekitar 2,5 meter di bawah rumah warga tergerus dan tersisa hanya beberapa meter saja dari rumah mereka.

Daerah-daerah rawan banjir, longsor dan puting beliung berpotensi tinggi mengalami bencana. Risikonya tinggi karena kerentanan juga masih tinggi sementara itu kapasitas masih terbatas.

“Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaannya. Cermati peringatan dini cuaca dari BMKG. Perhatikan kondisi lingkungan di sekitar yang dapat berpotensi menimbulkan bencana. Bencana terjadi saat kita tidak siap,”pesan Kepala pusat data, informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. (RAPP002)