11 Desa di Pacitan Potensial Dikembangkan Jadi Desa Wisata

oleh -Dibaca 2.574 kali
Wisatawan menikmati panorama kawasan wisata Pesona Ngiroboyo.
Wisatawan menikmati panorama kawasan wisata Pesona Ngiroboyo.
Wisatawan menikmati panorama kawasan wisata Pesona Ngiroboyo.

Pacitanku.com, PACITAN – Selain banyaknya potensi wisata pantai dan goa, Pacitan ternyata berpeluang untuk dikembangkannya potensi desa wisata. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Pacitan, Wasi Prayitno saat berbincang dengan Pacitanku.com, Kamis (3/11/2016) kemarin.

Menurut Wasi, setidaknya ada 11 desa diantara 166 desa di Pacitan yang potensial untuk dikembangkan menjadi desa wisata.

“Seperti Desa Jetak, dan Desa Ngumbul diTulakan, Desa Watu Karung Pringkuku, Desa Sendang dan Desa Sekar di Kecamatan Donorojo, Desa Gemaharjo Tegalombo, Desa Karangrejo Arjosari, Desa Wonogondo, Desa Gembuk dan Desa Mantren di Kebonagung, juga ada Desa Pakisbaru Nawangan,”jelasnya.

Menurut Wasi, beberapa desa tersebut memiliki keunggulan masing-masing yang bisa dikembangkan menjadi desa wisata. 

“Seperti Godhek Kulon Jetak dengan pantai pidakanya, Desa Sendang dengan pesona Ngiroboyo, Desa Gemaharjo dengan Pinus Kita, Desa Wonogondo dengan pemandangan yang luar biasa dan Kepala Desa yang semangat, Desa Mantren dengan Gunung Limo, Desa Gembuk dengan Gunung Lanang yang mistis dann fenomenal dengan hawa sejuknya, juga Desa Pakisbaru dengan Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman,”paparnya.

Namun demikian, kata Wasi, pengembangan potensi desa wisata tersebut harus memenuhi beberapa faktor, diantaranya semanngat dari masyarakat yang dipelopori pemuda setempat.

“Banyak yang potensial, tergantung gumregahnya masyarakat yang dilelopori pemuda setempat, potensinya banyak dan luar biasa tinggal setting masyarakat untuk punya visi sadar wisata seperti di Bali,”pungkasnya.




Untuk memulai upaya tersebut, sebanyak 15 kelompok Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di Pacitan mengunjungi sejumlah perkebunan di DI Yogyakarta, Kamis (20/10/2016) lalu.

Adapun tempat yang dikunjungi diantaranya adalah kebun buah naga di Gunung Kidul, kebun buah kelengkeng di Sleman dan Prambanan, serta kebun jahe merah. Para pegiat Posdaya tersebut juga berkunjung ke peternakan kambing perah.

Sebagai informasi, desa wisata yang mulai banyak dikembangkan di Indonesia memiliki manfaat sebagai penggerak sadar wisata dan sapta pesona di lingkungan destinasi pariwisata, kemudian sebagai mitra Pemerintah Provinsi dan Kabupaten / Kota dalam upaya perwujudan dan pengembangan sadar wisata di daerah.

Saat ini di Indonesia ada 10 desa wisata yang dinilai berhasil dalam meningkatkan kualitas pariwisata melalui pemberdayaan masyarakat dianugerahi penghargaan Desa Wisata. 10 desa tersebut yang paling banyak adalah dari Provinsi DI Yogyakarta, diantaranya adalah Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo, Gunung Kidul, Desa Karang Tengah, Imogiri, Bantul, Desa Kembangarum, Kecamatan Turi, Sleman dan Desa Banjarasri, Kalibawang, Kulonprogo.

Kemudian di wilayah Jawa Tengah ada Kelurahan Kauman, Pekalongan Timur, Desa Dieng Kulon Batur, Banjarnegara dan Desa Karangbanjar Bojongsari, Purbalingga.

Selain di Jawa, desa wisata yang cukup prestatif ada juag yang diluar jawa, yakni Kelurahan Bungus-Selatan Taluang Kabuang, Padang, Desa Pandai Sikek Kalikoto, Tanah Datar, keduanya di Provinsi Sumatera Barat. Kemudian ada juga di Desa Lampulo Kuta Alam, Kota Banda Aceh Provinsi Nangroe Aceh Darrusalam (NAD). (RAPP002)