Selain Akademik, Mahasiswa Seharusnya Bisa Kembangkan Prestasi Sosial

oleh
PRESTASI SOSIAL. Mahasiswa Unnes belajar dari praktisi di berbagai bidang untuk mengasah prestasi sosial. (Foto: BEM FIP Unnes)
PRESTASI SOSIAL. Mahasiswa Unnes belajar dari praktisi di berbagai bidang untuk mengasah prestasi sosial. (Foto: BEM FIP Unnes)
PRESTASI SOSIAL. Founder Pacitanku.com berharap mahasiswa bisa mengasah prestasi dan kepekaan sosial dengan memanfaatkan teknologi yang ada. (Foto: BEM FIP Unnes)

Pacitanku.com, SEMARANG – Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang diminta tak hanya sukses menempuh jalur akademik saat menjadi mahasiswa. Akan tetapi yang lebih penting adalah buah karya lingkungan dan sosial yang memilki azas kemanfaatan yang lebih luas.

Hal itu diulas tuntas dalam acara “Inspiring Youth” yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIP Unnes, Sabtu (22/10/2016) di Gedung K3 Fakultas Hukum Unnes, Sekaran, Gunungpati Kota Semarang.

Wakil Dekan FIP Unnes, S. Edy Mulyono, menyampaikan bahwa mahasiswa diminta belajar tak hanya dari kampus, melainkan bisa menekuni bidang dan karya sosial supaya dapat memulai bisnis dan menginspirasi banyak orang.“Acara Inspiring Youth ini dapat menjadi sarana untuk belajar bersama orang-orang yang telah berpengalaman. Kalian dapat bertukar ide dan menggali inspirasi setelah acara ini,” tukasnya.

Salah satu hal yang disorot dalam agenda tersebut adalah bagaimana agar mahasiswa tak hanya sukses secara akademik, tapi juga membuahkan karya sosial dan prestasi lainnya.




Dwi Purnawan, founder portal berita berbasis wisata dan budaya Pacitanku.com menyampaikan  bahwa sangat disayangkan apabila selama di kampus, mahasiswa hanya mengisi ruang-ruang intelektualitas hanya dengan lulus tepat waktu dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi.

”Prestasi akademik itu sangat penting, tetapi penting juga mengisi ruang-ruang intelektualitas kita dengan peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama daerah asalnya, agar kelak ketika kembali ke daerah, bisa menjadi pahlawan kearifan lokal untuk mempromosikan daerah masing-masing,”paparnya.

Senada dengan Dwi, pakar technopreneurship sekaligus Owner Solusindo telematika, Nurul Hidayat menyampaikan bahwa era digital saat ini memudahkan seseorang untuk mengekspresikan karya dan gagasannya, dalam konteks pengembangan diri, sosial dan wirausaha.

“Kita harus pandai melihat celah tersebut, maka kami sarankan memakai filosofi sukses, dimana dalam berkarya, orang pintar hanya melihat pengeluaran, sementara orang cerdas melihat pemasukan, jadilah mahasiswa cerdas tersebut,”jelasnya.

Sementara, dr. Gamal Albinsaid yang saat ini menjadi chief executive officer (CEO) Indonesia Medika meminta mahasiswa juga tak hanya berikhtiar dalam mewujudkan setiap misi dan cita-cita dalam hidup serta karya yang akan ditekuni. “Yang terpenting, kerasnya cita-cita kita, bumbui dengan keiklasan dan tawakal,”tegasnya.

Acara yang diikuti 150 peserta dari berbagai jurusan di Unnes ini menghadirkan para praktisi di bidang media, sosio enterpreneurship dan akademisi. (RAPP002)