9 Titik Rawan Mudik Lebaran di Pacitan yang Harus Diwaspadai

oleh -101.718 views
Indartato saat mengecek jembatan Baily di Tegalombo.

Pacitanku.com, PACITAN – Sepekan jelang Lebaran, para pemudik dari luar kota yang hendak pulang kampung ke Pacitan harus mewaspadai beberapa titik rawan mudik Lebaran pada tahun ini. Titik rawan tersebut terbagi menjadi titik macet, rawan bencana dan rawan kecelakaan lalu lintas di Pacitan. Dari penelusuran Pacitanku.com, setidaknya ada 9 titik di Pacitan yang merupakan rawan mudik Lebaran 2016.

1. Jalur Dondong, Gemaharjo, Tegalombo

Jembatan Baily bisa dilalui dari dua arah.Jalur utama Pacitan-Ponorogo ini masuk titik rawan mudik karena menjadi salah satu titik rawan kemacetan. Titik rawan kemacetan di jalur ini diakibatkan karena amblasnya jalan yang terletak di Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo ini. saat ini, Pemprov Jatim yang menjadi penanggungjawab utama jalan ini sudah memangun dua jalur darat dengan mode jembatan baily. Meski bisa melewati jalur ini, namun pemudik harus tetap dalam kewaspadaan mengingat jalur yang digunakan adalah jalur darurat.

2. Jalur Kalipego, Tegalombo

Jalur Longsor di Kalipego, Gemaharjo sudah bisa dilewati bus dan truk. (Foto: Widy Sumardji)Masih di Kecamatan Tegalombo, titik rawan mudik Lebaran 2016 di Pacitan adalah jalur tikungan Kalipego, Tegalombo. Titik ini adalah titik bekas longsor yang terjadi pada tahun lalu. Meski jalan sudah mulus, namun pemudik wajib mewaspadai karena menjadi titik rawan kecelakaan lalu lintas. Kondisi jalan yang menanjak dan tikungan tajam menjadi ciri khas jalur ini, sehingga para pemudik mesti waspada saat melalui jalur ini.

3. Pasar Tumpah Tegalombo

Prepekan di Kecamatan tegalomboPotensi jalur rawan mudik selanjutnya adalah adanya pasar tumpah di Desa/Kecamatan Tegalombo. Pasar wage ini dikenal ramai, apalagi menjelang Lebaran atau yang dikenal dengan Prepekan. Jika melalui jalur pasar ini saa prepekan pasar wage, dipastikan kemacetan panjang akan terjadi, sehingga para pemudik disarankan agak siang melewati jalur ini. Hal itu dikarenakan saat siang, pasar sudah mulai sepi.


4. Ngreco dan Kebondalem, Tegalombo

Longsor di Kecamatan TegalomboSelanjutnya, potensi rawan mudik di Pacitan lainnya berada di titik desa Ngreco dan Kebondalem, Kecamatan Tegalombo. Di sepanjang jalur ini, potensi bencana tanah longsor menjadi ancaman para pemudik mengingat sepanjang jalur merupakan jalur berbukit dengan intensitas kerawanan longsor cukup tinggi.

5. Magunharjo dan Gegeran, Arjosari

Jalur Tegalombo Pacitan yang Rawan Longsor (Dok.Pacitanku)Sama dengan Nreco dan Kebondalem, daerah potensi longsor lainnya berada di sepanjang jalur Mangunharjo dan Gegeran di Kecamatan Arjosari. Potensi kerawanan di daerah ini adalah rawan kecelakaan dan rawan bencana longsor dan banjir.

6. Mujing, Nawangan

Kerja bakti warga Tegalombo membersihkan longsorDi jalur yang menghubungkan Pacitan-Nawangan-Wonogiri ini merupakan jalur sempit yang memiliki intensitas kerawanan kecelakaan lalu lintas cukup tinggi. Selain rawan laka, jalur ini juga memiliki potensi bencana alam yang cukup tinggi karena berada di jalur berbukit.

7. Sedeng, Pacitan





Jalur Sedeng yang rawan LakaKemudian selanjutnya adalah jalan Pacitan-Ngadirejan (Sedeng) KM 4-8 Kecamatan Pringkuku. Jalur alternatif Pacitan-Pringkuku ini adalah salah satu jalur tengkorak di Pacitan, karena potensi kecelakaan lalu lintas yang sangat tinggi. Kondisi jalan yang menanjak, tikungan tajam dan jalur yang sempit membuat para pemudk harus ekstra hati-hati melewati jalur ini.

8. Pasar Arjowinangun

Kamera CCTV yang dipasang Dishub di Arjowinangun. (FOto: Dishub Pacitan)Di titik ini, kerawanan utama adalah potensi kemacetan yang terjadi akibat paar tumpah di Pasar Arjowinangun.

9. Worawari, Kebonagung

JLS Pacitan. (Dok.Pacitanku)Untuk titik rawan laka lantas, yang perlu diwaspadai yakni di Jalur lintas selatan Pacitan-Kebonagung KM 5-10, tepatnya di Desa Worawari. Meski jalur sudah mulus, namun tingkat kemiringan jalan disertai tikungan tajam membuat para pemudik yang melewati jalur ini harus sselalu berhati-hati.