Kebersihan Lingkungan Jadi Faktor Banyaknya Kasus DBD di Pacitan

oleh -13713 views
Ilustrasi petugas kesehatan melakukan fogging. (Foto : IST)
Ilustrasi petugas kesehatan melakukan fogging. (Foto : IST)

Pacitanku.com, SURABAYA – Kabupaten Pacitan menduduki daerah tertinggi dengan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Jawa Timur. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim mencatat 152 kasus DBD di kabupaten tersebut dan tak ada korban meninggal sepanjang Januari 2015.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Jatim (Kabid PPMK Dinkes Jatim), Ansarul Fahrudda, mengatakan kebersihan lingkungan menjadi alasan kasus DBD tertinggi ditemukan di Pacitan. Yaitu tak terawat dan kumuh.

“Jadi kami imbau masyarakat selalu membersihkan tempat-tempat kumuh di lingkungannya. Jangan selalu bergantung sama petugas. Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan adalah hal paling utama,” kata Ansarul di kantornya di Kota Surabaya, baru-baru ini kepada wartawan.


Menurutnya, faktor lingkungan menjadi alasan yang sama di lima kabupaten tersebut. Sementara angka kasus DBD di beberapa kota dan kabupaten lain lebih rendah. Misalnya Kota Surabaya dengan 16 kasus DBD dan tak ada yang meninggal. Ansarul menilai pengawasan kebersihan lingkungan di daerah kota lebih optimal ketimbang di daerah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya di Pacitanku.com, Berdasarkan data di Pemprov Jatim menyebutkan, sepanjang bulan Januari 2016, kasus DBD di 38 kabupaten/kota di Jatim tercatat 2.027 kasus. Lima dari 38 kabupaten/kota mendominasi kasus penyakit demam berdarah dengue di Jatim, yang terjadi sepanjang bulan Januari 2016. Yakni, Pacitan, Jombang, Kediri, Bangkalan, dan Sumenep.

Untuk Pacitan kasus DBD jumlahnya mencapai 152 dan merupakan yang tertinggi di Jatim. Setelah disusul Jombang 148 kasus, Kediri 94, Bangkalan 89, dan Sumenep 76 kasus. Setelah itu, disusul Kabupaten Kediri yang meninggal 4 orang, Kabupaten Mojokerto 4, Bojonegoro 3, dan Kabupaten Malang 3 orang. Selain itu, Sidoarjo dan Kota Probolinggo menjadi dua daerah yang kasus DBD meningkat lebih dari dua kali lipat. (RAPP002)