Polda Jatim Sita Alat Cetak Sandal Berlafaz Allah, Perusahaan Minta Maaf

oleh -Dibaca 1.393 kali

Perusahaan Minta Maaf

sandalSecara terpisah, Liem Long Hwa dari PT Pradipta Perkasa Makmur selaku produsen sandal berlafadz mirip “Allah” meminta maaf kepada umat Islam melalui PWNU dengan ditandai pembakaran 10.000 alas kaki itu di halaman Gedung PWNU Jatim, selasa kemarin.

“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara Muslim di seluruh Indonesia, saya sendiri kaget, perusahaan kami tak sengaja membuat sandal seperti itu,” kata produsen yang pabriknya di Wringinanom, Gresik, dalam pembakaran yang disaksikan Ketua PWNU Jatim KHM Hasan Mutawakkil Alallah, para aktivis NU, masyarakat, dan wartawan.

Liem juga menyampaikan terima kasih kepada PWNU Jatim atas pengertian dan saran untuk memusnahkan 10.000 sandal yang tersisa. “Kami memproduksi 40.000 sandal dan kami sudah memasarkan 30.000 pasang ke seluruh Indonesia,” tandasnya.

Untuk 30.000 sandal yang sudah beredar di seluruh Indonesia, ia meminta penjual dan masyarakat untuk mengembalikan melalui agen terdekat untuk dimusnahkan, diganti dengan sandal baru. “Kami benar-benar tidak tahu, karena kami mengirim desain sandal ke Tiongkok, lalu kami menerima matras (cetakan) untuk sandal, tapi apa jadinya tidak diketahui hingga akhirnya ada anak buah saya yang melapor, karena itu kami minta nasehat PWNU,” katanya.

Sebagai informasi, PWNU Jatim membakar puluhan ribu sandal berlafal Allah. Sandal tersebut dibakar di halaman kantor PWNU Jawa Timur. Hadir dalam pembakaran tersebut Ketua PWNU Jawa Timur KH Muttawakil Alallah, Ketua PW Ansor Jatim Rudi Tri Wahid, dan sejumlah pengurus lainnya. Sandal-sandal tersebut dikumpulkan kemudian dibakar.

Menurut KH Muttawakkil, PWNU telah meminta kepada pemilik perusahaan untuk memusnahkan cetakkannya serta memusnahkan sandal-sandal yang telah ada. Sedangkan sandal yang sudah terjual diminta untuk dikembalikan.¬†“Untuk yang sudah beredar segera ditarik,”¬†ujarnya.

Ia mengatakan, pihak perusahaan sebelumnya telah mendatangi PWNU terkait persoalan ini. Dan sudah melakukan klarifikasi terkait beredarnya sandal yang diduga mengandung unsur pelecehan agama.”Sepertinya ada ketidaktahuan tentang norma dan etika islam,” pungkasnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa ada sejumlah foto-foto sandal bergambar kaligrafi Allah. Foto-foto tersebut beredar di sejumlah media sosial. Sandal yang diduga melecehkan agama ini diproduksi oleh PT Pradipta Perkasa Makmur yang berlokasi di Jalan Wringin Anom KM 33, Gresik.

Foto-foto sandal yang menyebar di sosial media itu ada dua jenis yakni berwarna hitam dengan dilengkapi motif pita berwarna merah dan lafal Allah berada di sebelah kiri.

Kemudian sandal berwarna abu-abu yang juga bertuliskan Lafal Allah berada di bagian luar sandal. Foto yang beredar di media sosial itu juga memuat imbauan “Hati-Hati, Kalau Beli Sandal Harus Teliti”. Imbauan untuk tidak memakai atau membeli sandal bermerek “Glacio G-2079”. (RAPP002)