Polisi Terus Buru Pelaku Gendam di Pacitan

oleh -Dibaca 1.108 kali
Kepala Kepolisian Resor Pacitan, Ajun Komisaris Besar Polisi, Taryadi
Kepala Kepolisian Resor Pacitan, Ajun Komisaris Besar Polisi, Taryadi
Kepala Kepolisian Resor Pacitan, Ajun Komisaris Besar Polisi, Taryadi
Kepala Kepolisian Resor Pacitan, Ajun Komisaris Besar Polisi, Taryadi

Pacitanku.com, PACITAN – Aparat kepolisian dari Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Pacitan terus berupaya mengejar pelaka gendam yang beraksi pekan lalu dan menyebabkan korban atas nama Sukatmiati (36) harus kehilangan hartanya sekitar Rp 15 juta.

Menurut Kepala Sub Bagian Humas (Kasubbag) Humas Polres Pacitan, AKP Rudito Kukuh Basuki, pihaknya usai mendapati laporan kejahatan tersebut langsung mengambil tindakan dengan melakukan pengejaran.

Pihak Polres segera menginstruksikan di masing-masing polsek di perbatasan juga ikut dikerahkan untuk mempersempit ruang gerak pelaku. ‘’Saat ini pihak kami masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku,’’ ujar AKP Rudito Kukuh Basuki, Kasubbag Humas Polres Pacitan saat dikonfirmasi wartawan di ruangannya, belum lama ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, gendam bermodus tanya alamat yang di alami Sukatmi, warga  Dusun Kebon Desa Sedeng. Sukatmi hendak pergi ke Bank BRI untuk menyetorkan angsuran dan menabungkan  hasil dagangannya, namun di tengah jalan sebuah mobil jenis advanza menghentikan motor yang di tumpangi Sukatmi.

Menurut penuturn Suyatno, suami korban, saat itu, sekitar pukul 10.25 WIB,  Sukatmi mau pergi ke Bank BRI untuk menyetorkan hasil dagangannya,  lantas ada sebuah mobil jenis advanza warna silver menghentikan laju motor yang di tumpangi istri saya, tepatnya di depan pondok pesantren Sundeng Bangunsari.

“Lalu seorang menghampiri dan bertanya ke istri saya, mbak arah ke pantai srau itu mana ya , istri saya ya mengarahkan, namun tak lama pelaku gendam melihat dompet yang di bawa istri saya,’’ jelasnya

Kemudian, menurut Suyatno, pelaku bertanya kepada Sukatmu dan diberitahu bahwa yang dibawa adalah dompet.

“Lantas ditepuk pundak istri saya sambil meminta  dompet, tanpa sadar istri saya memberikan kepada pelaku. Usai mengambil uang dalam dompet itu, pelaku langsung menyuruh pulang kembali istri saya. Tanpa sadar istri saya balik pulang, setelah di tengah perjalanan istri saya sadar dan melihat uang dalam  dompet yang sejumlah kira-kira Rp 15 juta sudah tak ada, seketika itu istri saya langsung lemas dan menangis di pinggir jalan,’’ pungkasnya. (RAPP002)