Warga di 12 Desa di Pacitan Dapatkan Bantuan Jalin Matra dari Pemprov Jatim

oleh -101.060 views
Gubernur Soekarwo saat launching Jalin Matra beberapa waktu lalu. (Foto: Surya)
Gubernur Soekarwo saat launching Jalin Matra beberapa waktu lalu. (Foto: Surya)
Gubernur Soekarwo saat launching Jalin Matra beberapa waktu lalu. (Foto: Surya)
Gubernur Soekarwo saat launching Jalin Matra beberapa waktu lalu. (Foto: Surya)

Pacitanku.com, PACITAN – Warga di 12 desa di Kabupaten Pacitan mendapatkan bantuan Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra) yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Jalin Matra yang diterima oleh warga di 12 desa di Pacitan terdiri dari tiga program unggulan, yakni Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (BRTSM), Feminisasi Kemiskinan (PFK) dan program Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2). Untuk program BRTSM, sebanyak 117 kepala keluarga (kk) di lima desa di Kecamatan Kebonagung, yakni desa Sidomulyo, desa Mantren, desa Worawari, desa Gembuk dan desa Punjung. Bantuan berupa uang Rp 2,5 juta tersebut diterima KK untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga dan pengembangan usaha.

Sementara, untuk program feminisasi kemiskinan ditujukan membantu KK perempuan yang diterima 100 KK perempuan di desa Sudimoro (Kecamatan Sudimoro) dan desa Kalikuning dan Jatigunung (Kecamatan Tulakan) berupa uang Rp 2,5 juta.

Untuk program Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2), Pacitan mendapatkan bantuan dari program ini untuk empat desa yaitu desa Jetiskidul, desa Jetis lor, desa Sawahan dan desa Pakisbaru, yang nantinya akan dikelola oleh BUMDes (Badan Usaha Milik Desa)setempat. Di Jatim, target PK2 sasarannya 1.000 desa dan 1.000 BUMDes. Pada tahun 2015 ini direncanakan pilot proyek dengan sasaran 147 desa.

Dalam penjelasannya beberapa waktu lalu, Gubernur Soekarwo menganggarkan Rp 100 miliar yang mulai dijalankan Tahun 2015 sampai 2019. Ia mengatakan, pada tahun lalu telah dilaksanakan pilot proyek bagi 3.309 kepala rumah tangga perempuan dan tahun 2015 direncanakan 14.655 kepala rumah tangga perempuan.

“Tujuannya, membantu mendorong ketahanan sosial ekonomi kepala rumah tangga perempuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar, dan memotivasi berusaha (need for achivement) dan kemampuan (litle skill) dalam upaya meningkatkan kesejahteraannya,” papar pria yang akrab disapa Pakde Karwo, kala itu. (RAPP002)