Salam Akik Kalsedon Ala Ibas Yudhoyono

oleh -Dibaca 1.293 kali
salam kalsedon ala ibas. (Foto : Twitter @edhie_baskoro)
salam kalsedon ala ibas. (Foto : Twitter @edhie_baskoro)
salam kalsedon ala ibas. (Foto : Twitter @edhie_baskoro)
salam kalsedon ala ibas. (Foto : Twitter @edhie_baskoro)

Pacitanku.com, PACITAN – Selama ini, salah satu batu akik Pacitan yang menjadi primadona adalah akik Kalsedon (Chalcedony). Batu akik yang memiliki nilai seni tinggi dan mahal ini juga menjadi ciri khas warga Pacitan, sehingga banyak yang sering mengungkapkan salam kalsedon sembari mengangkan akik kalsedon ditangan.

Hal itu pula yang dilakukan oleh anggota DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) VII, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang juga menyukai akik kalsedon Pacitan. dalam kunjungannya ke Pacitan belum lama ini, Ibas tak lupa memberikan salam kalsedon, sembari mengangkat tangan kanannya yang sudah mengenakan akik kalsedon berwarna merah.

“Memiliki unsur batuan yang baik membuat Pacitan kaya akan potensi batu mulia, akik atau permata, Batu akik ‘booming’ akhir – akhir  ini, menjadi peluang usaha yg menjanjikan bagi masyarakat, sementara UMKM akik Pacitan terus mengembangkan potensi usahanya, meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam mengolah batu akik yang bernilai jual tinggi,” kicau Ibas dalam akun twitternya.

Selama ini kerajinan akik Pacitan menjadi salah satu ciri khas dari Kabupaten yang berada di pesisir selatan Jawa Timur. Dalam kurun waktu beberapa dekade terakhir, kerajinan akik Pacitan menjadi sumber mata pencaharian yang memiliki nilai ekspor cukup tinggi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Kalsedon sendiri adalah salah satu jenis batu mulia yang diburu lantaran harga jualnya cukup tinggi.

Kalsedon menjadi batuan yang cukup mahal karena memang batu jenis ini langka dan kegunaannya pun sangat banyak. Bahkan ada yang menyebutkan, kalsedon bisa menyembuhkan salah satu penyakit mata.

Batuan kalsedon di wilayah Donorojo, Pacitan, yang merupakan sentra kerajinan akik terbesar di Pacitan, memiliki struktur kristal yang sangat halus, transparan serta memiliki bintik-bintik atau pusaran putih susu ynag khas. “Jenis  Kalsedon sangat cocok digunakan sebagai hiasan dan permata. Dan saya yakin bisa menarik pasar domestik dan global,” ujarnya.

Ibas pun menjelaskan potensi kerajinan batu akik khas Pacitan kini menjadi salah satu objek batu permata yang marak dicari para penggemar batu hias di tanah air. “Setiap daerah memiliki keunikan dan kekhasannya masing-masing. Kualitas dan keindahan batu akik Pacitan kini semakin digemari dan menjadi salah satu jenis batu  yang banyak dicari oleh para pecinta batu akik,” papar Ibas di Punung, kamis kemarin.

Lebih lanjut, Ibas menyampaikan bahwa potensi batu akik khas Pacitan menjadi sumber mata pencaharian yang memiliki nilai pasar yang cukup tinggi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Anggota Komisi 10 DPR-RI ini yakin, batu akik Pacitan dapat terus dikembangkan menjadi salah satu ikon kerajinan daerah yang bisa mendunia.

“Kota Pacitan sebagai kota penghasil batu akik berkualitas dan memiliki sentra akik yang besar, bisa menembus pasar internasional jika pemerintah daerah dan para perajin bisa bersinergi,” papar putra kedua Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini. (RAPP002)