Bupati Pacitan Sepakati Pengembangan Geopark Gunungsewu

oleh -Dibaca 817 kali
Goa Gong menjadi salah satu calon Geopark dunia. (Foto : Dok.Pacitanku)
Goa Gong menjadi salah satu calon Geopark dunia. (Foto : Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, YOGYAKARTA – Bupati Pacitan, Indartato bersama tiga gubernur, masing – masing Gubernur Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur serta dua bupati, masing – masing Bupati Gunungkidul dan Wonogiri menyepakati pengembangan dan pelestarian Geopark Gunung Sewu, di DI Yogyakarta, Selasa (17/2/2015).

Para pemimpin daerah yang berkumpul di bangsal kepatihan kompleks Kepatihan Jogja menyepakati tentang tujuh point ruang lingkup kesepakatan bersama di antaranya kelengkapan dokumen adminitrasi dan pengembangan pariwisata dan pendidikan.

Sebelumnya pada bulan  Juni 2014 telah dilakukan penilaian oleh tim asesor UNESCO dan menghasilkan penilaian keanggotaan Geopark UNESCO masih ditunda karena salah satunya belum optimalnya aspek kelembagaan pengelolaan. Usai penandatanganan ini harapannya Geopark Gunungsewu dapat dikenal dunia.

Gunung Sewu berada di tiga area yaitu Kabupaten Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan dengan luas 1.802 km2. Geopark sendiri merupakan kawasan geografis dimana situs-situs warisan geologi menjadi bagian dari konsep perlindungan, Pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan jika penandatangan kesepakatan ini dapat menjadi model pengelolaan alam. “Gunungsewu dikembangkan sebagai upaya  pengelolaan pelestarian warisan alam oleh masyarakat setempat dan pemerintah daerah untuk tujuan wisata, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan,” ujarnya.

Saat penandatanganan kesepakatan bersama pengembangan dan pelestarian Geopark Gunungsewu dihadiri Kepala Badan Geologi ESDM Surono, Gubernur Jatim Sukarwo, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Bupati Gunungkidul, Bupati Wonogiri Damar dan Bupati Pacitan Indartato.

Sementara, Gubernur Jatim, Soekarwo menilai bahwa pekerjaan besar dalam pengembangan dan pelestarian Geopark Gunung Sewu adalah menjadikan masyarakat yang awalnya merasa tidak nyaman, menjadi nyaman, sehingga akan timbul harapan dan semangat baru.

“Oleh karena itu, kesepakatan bersama ini sebagai sinkronisasi kebijakan guna mewujudkan pembangunan kawasan Geopark Gunung Sewu sebagai kawasan perlindungan dan konservasi, kawasan pendidikan  dan kawasan pengembangan ekonomi masyarakat,” kata pria yang akrab dipanggil Pakdhe Karwo ini.

Lebih lanjut, Soekarwo mengatakan bahwa  apabila dahulu wilayah Gunung Sewu dikenal kering dan tandus dengan adanya pengembangan dan pelestarian Geopark ini, kedepan akan menjadi tanah yang penuh dengan potensi luar biasa.

“Banyak keanekaragaman dari Gunung Sewu diantaranya bebatuan, struktur sedimen, fosil dan struktur geologi dari batuan dasar tersingkap di area Geopark Gunung Sewu yang terbentang dari Pantai Parangtritis hingga Teluk Pacitan. Pastinya, memberikan harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik, asalkan ke-khas-an selalu dijaga. Saat ini, hanya ada tiga Geopark yang telah dikembangkan dan secara internasional menjadi tujuan pariwisata yakni di Geopark Langkawi di Malaysia, Geopark Dong Van di Vietnam dan Geopark Batur di Bali,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, bentangan alam kawasan Gunung Sewu yang diusulkan menjadi taman bumi (geopark) dunia sangat luas . Kawasan Taman Bumi Gunung Sewu terbagi atas 33 situs geologi, yaitu 13 situs di Pacitan, 7 situs di Wonogiri, dan 13 situs di Gunung Kidul. Di Pacitan ada 13 lokasi situs geologi, antara lain Luweng Jaran, Luweng Ombo, Goa Gong, Goa Tabuhan, Goa Song Terus, Teluk Pacitan, Pantai Klayar, Pantai Watu Karung, Sungai Baksoka, dan Telaga Guyang Warak. (DPPP001)