Produksi Rendah, Pemprov Jatim Siap Genjot Area Tanam Kedelai

oleh -Dibaca 944 kali
Lahan Kedelai (Foto : tempo)
Lahan Kedelai (Foto : tempo)
Lahan Kedelai (Foto : tempo)
Lahan Kedelai (Foto : tempo)

Pacitanku.com, SURABAYA—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur siap mendukung upaya Pemerintah Pusat menjadikan Indonesia Swasembada Pangan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Jatim, Tutut Herawati.

Dikatakan Tutut, Jatim siap mewujudkan swasembada pangan untuk komoditi beras, jagung, kedelai, gula, dan daging dalam kurun waktu tiga tahun.

“Fokusnya masih tiga komoditi, yakni beras, jagung dan kedelai. Namun seluruh komoditi pangan prinsipnya kita sudah swasembada, kecuali kedelai. Untuk itu, yang akan ditingkatkan hanya komoditi kedelai supaya bisa segera swasembada. Insya Allah target swasembada bisa tercapai,” ujar Tutut, baru- baru ini, dilansir dari laman resmi Pemprov Jatim.

Dikatakan Tutut, belum swasembadanya kedelai di Jatim karena dua faktor. Pertama karena iklim yang kurang menunjang dan kedua adalah harga jual kedelai yang rendah. “Kedelai ini sebenarnya bukan tanaman yang sesuai untuk iklim seperti di Jawa Timur. Tapi tetap bisa diproduksi dengan ukuran kedelai yang relatif kecil,” tuturnya.

Sedangkan harga jual kedelai, HPP (Harga Pokok Pembelian) untuk kedelai masih terlalu rendah. Hal itu, membuat petani enggan untuk tanam kedelai dan lebih memilih tanam komoditi lain seperti beras dan jagung yang harga dan hasilnya lebih menjanjikan keuntungan.

Sementara, menanggapi usulan HPP ini, Gubernur Jatim Soekarwo sudah mengajukan usulan agar HPP kedelai dinaikkan. “Kalau HPP kedelai tinggi, maka petani akan tertarik tanam kedelai dan program swasembada ini bisa segera tercapai sesuai target pemerintah pusat,” katanya.

Dari data Dinas Pertanian Jatim, saat ini harga kedelai masih di kisaran Rp 6.000 per kilogram (kg). Padahal, sesuai SK Menteri Perdagangan HPP sebesar Rp 7.600 per kilogram. Namun, HPP tersebut belum ditentukan melalui Inpres. Selain intensif harga, program perluasan area tanam juga gencar dilakukan Pemprov Jatim.

Pada tahun 2014, luas areal tanam kedelai dikisaran 210.000 hektar. Perluasan telah dilakukan mencapai 42.000 hektar dan tahun ini rencananya perluasan area tanam diharapkan mencapai 56.000 hektar.

Pemprov Jatim bekerjasama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dengan melakukan tumpangsari di lahan hutan yang tanaman hutannya masih belum berumur tiga tahun. Guna mencapai swasembada, lahan kedelai di Jatim ditargetkan akan diperluas mencapai 270.000 hektare hingga 300.000 hektare.

Tutut menambahkan, selama ini Jatim telah menjadi lumbung pangan nasional. Banyak komoditi pangan yang dihasilkan Jatim untuk memenuhi kebutuhan provinsi lain. “DKI saja hampir 100 persen daging sapinya dari Jawa Timur. Beras dan gula kita banyak suplai untuk wilayah Indonesia Timur,” ujarnya.

Komoditi pangan di Jatim, lanjutnya, tak hanya beras jagung dan kedelai. “Banyak komoditi lain yang sudah swasembada seperti susu, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, dan telur. Ini juga sebagai bentuk diversifikasi pangan agar konsumsi masyarakat Jatim tidak tergantung pada beras saja,” pungkasnya.