Pemprov Imbau Pemda Gerak Cepat Atasi DBD

oleh -10490 views
Wagub Jatim Syaifullah Yusuf menengok penderita DBD di Jombang. (Foto : Pemprov Jatim)
Wagub Jatim Syaifullah Yusuf menengok penderita DBD di Jombang. (Foto : Pemprov Jatim)
Wagub Jatim Syaifullah Yusuf menengok penderita DBD di Jombang. (Foto : Pemprov Jatim)
Wagub Jatim Syaifullah Yusuf menengok penderita DBD di Jombang. (Foto : Pemprov Jatim)

Pacitanku.com, SURABAYA—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menghimbau kepada segenap Pemerintah Daerah (Pemda) di Jatim untuk selalu waspada dan melakukan gerakan cepat menangani dan mencegah penyebaran penyakit  Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jatim, H Syaifullah Yusuf saat mengunjungi pasien DBD di Rumas Sakit Umum Daerah Jombang, Rabu (21/1/2015).

Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini pun meminta masyarakat melakukan tindakan yang cepat. Jika ada anggota keluarganya yang mengalami demam panas tinggi  diminta segera membawa ke rumah sakit. Selain itu melakukan upaya preventif, melaui Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakan Mengubur, Menguras Menutup (3 M).

“Saat ini trend/kecenderungan setiap tahun bulan Januari selalu ada lonjakan demam berdarah. Setiap Januari di Jatim ada kasus demam berdarah, bersyukur dari tahun ke tahun ada penurunan,” kata Gus Ipul melalui siaran pers Setda Provinsi.

Untuk di Jatim, pada tahun 2013 tercatat 14.936 kasus DB dan 2014 menurun menjadi 8.906 kasus DB. Sejak 2011, Pemprov Jatim suah mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur No 20/2011 yang intinya minta Bupati/Walikota mewaspadai demam berdarah pada bulan tertentu dan  mengimbau percepatan penanggulangan kasus DB. Hingga Senin (19/1/2015), terdapat 378 kasus dengan kematian 8 orang se Jatim.

Pihak Pemprov sendiri akan memastikan obat-obatan yang diperlukan untuk mengatasi pasien DB cukup dan mengajak seluruh masyarakat agar waspada DB. Hingga kini, belum ada pemikiran untuk kondisi luar biasa (KLB).

“Lihat trend dulu, menyebar di seluruh Jatim, dan yang paling tahu keadaan adalah Bupati/walikota. Kita ingin melibatkan masyarakat secara aktif menanggulangi masalah ini karena kuncinya ada di masyarakat,” pungkas Ketua GP Anshor Jatim ini. (RAPP002)