Hadapi MEA, Prabowo-Hatta Siap Jadikan Indonesia Pusat Pengembangan Perbankan Syariah

oleh -Dibaca 1.044 kali
Prabowo mengunjungi pedagang pasar. (Foto : FB Prabowo Subianto)
Prabowo mengunjungi pedagang pasar. (Foto : FB Prabowo Subianto)
Prabowo mengunjungi pedagang pasar. (Foto : FB Prabowo Subianto)
Prabowo mengunjungi pedagang pasar. (Foto : FB Prabowo Subianto)

Pacitanku.com, JAKARTA – Pasangan calon Presiden-Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tengah menyiapkan sebuah program ekonomi yang akan digunakan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015 mendatang.

MEA adalah integrasi pasar Asia Tenggara akan membuka peluang besar, atau bahkan ancaman bagi negara-negara di kawasan ini. Menyasar pasar ASEAN, bahkan masuk dalam salah satu visi dan misi Prabowo-Hatta yang memberikan porsi khusus bagi Masyarakat Ekonomi ASEAN dalam salah satu butir visi perbaikan ekonominya.

“Pada tahun 2015 mendatang, kita menjadi masyarakat ekonomi ASEAN. Namun, dari segi ekonomi kita banyak mengalami kesenjangan,” ujar Hatta, saat memberikan ceramah di Masjid Al-Azhar, Selasa 27 Mei 2014, pagi WIB.

Seperti diketahui, visi Prabowo-Hatta adalah memperbaiki daya saing dunia usaha dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dan persaingan global. Ini penting, karena menurut Hatta Rajasa, dari segi ekonomi Indonesia masih mengalami banyak kesenjangan. Solusinya adalah pemangkasan rantai birokrasi dan perizinan yang berlebihan di tingkat pusat dan daerah, meningkatkan keharmonisan hubungan industrial dengan jalan memperbaiki koordinasi dan komunikasi antara pekerja, dunia usaha dan pemerintah, dan menggalakkan penegakan hukum terhadap pelanggaran hak kekayaan intelektual guna melindungi industri kreatif nasional.

Prabowo-Hatta juga bertekad menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan perbankan atau keuangan syariah dan industri kreatif muslimah dunia. Masyarakat Ekonomi ASEAN berarti adanya integrasi pasar dan basis produksi tunggal, menciptakan kompetisi yang terbuka antara pelaku usaha di kawasan. Nantinya, tidak akan ada lagi tarif bagi perputaran barang antar negara ASEAN. Selain itu, peredaran barang akan dibebaskan di kawasan.

Hatta yang juga mantan menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Maret lalu, mengatakan Indonesia telah membentuk komite nasional persiapan MEA. Ia mengatakan bahwa untuk menghadapi tantangan ekonomi Indonesia harus memikirkan apa yang akan dikerjakan untuk perubahan dan perkembangan bangsa. Menurutnya, salah satu yang harus ditingkatkan adalah kualitas Sumber Daya Manusia.

“Kekayaan kita bukan terletak pada sumber daya alam saja, bila kita tidak memiliki sumber daya manusia yang bagus, kita gampang dibodohi,” pungkas besan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Redaktur : Robby Agustav