Nilai UN Bisa Digunakan Untuk Masuk ke Perguruan Tinggi

oleh -13698 views
Pendidikan
Pendidikan

Pacitanku.com, JAKARTA—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menggelar Konvensi Ujian Nasional (UN), di Gedung Kemendikbud, Jakarta. Konvensi yang berlangsung selama dua hari,  26-27 September 2013, serta dihadiri sedikitnya 350 peserta yang memiliki kepentingan dan peduli dengan pendidikan nasional.

Berlangsungnya Konvensi UN tersebut akhirnya mendapatkan tiga rekomendasi terkait pelaksanaan UN, seperti diungkapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh. Salah satunya adalah bahwa UN bisa digunakan untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu Nuh juga menyampaikan beberapa hasil rekomendasi konvensi lainnya.

“Ada tiga rekomendasi dari kovensi UN yang diselenggarakan pekan lalu, yaitu adalah kualitas soal UN, Teknis pelaksanaan UN, dan bagaimana hasil UN tersebut dimanfaatkan,” terang Nuh kepada wartawan, Senin malam (30/9) di Jakarta.

Menurut Nuh, tiga hal tersebut menjadi prioritas evaluasi pelaksanaan UN mulai tahun depan dan diharapkan dengan rekomendasi tersebut dapat meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

“Untuk kualitas soal misalnya, selama ini kita membagi menjadi tiga kategori soal, yakni mudah, sedang dan sulit. Nah untuk sebelumnya, kategori mudah 20 persen, sedang 70 persen dan sulit 10 persen. Hal ini kita ubah menjadi 10 persen mudah, 70 persen sedang dan 20 persen sulit,” terangnya.

Perubahan kategori tersebut menurut Nuh adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas intelektual peserta  UN. “ Dengan kategori soal tersebut, harapannya anak – anak lebih bagus lagi, dengan tujuan disamping menghasilkan lulusan juga meningkatkan indeks kompetensi anak,” kata Nuh.

Lebih lanjut Nuh juga menjelaskan bahwa rekomendasi selanjutnya adalah teknis pelaksanaan UN yang kebijakannya akan segera dibahas di Kemendikbud sebagai bahan acuan pelaksanaan UN 2014. “Apakah teknisnya kita serahkan masing – masing daerah atau zona di Provinsi, ini masih menjadi bahan pertimbangan kami,” tandasnya.

Sedangkan hasil ketiga, menurut Nuh adalah bagaimana hasil dari UN tersebut mampu digunakan untuk mendaftar anak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan tidak menggunakan tes di masing – masing PT tersebut.

“Kita sepakat dan telah berbincang dengan Majelis rektor Indonesia bahwa hasil UN bisa dipakai untuk masuk ke jenjang Perguruan Tinggi tanpa harus ikut tes lagi, karena sudah terstandarisasi, sehingga kondisi ini bisa menjadi sebuah penghematan anggaran dan waktu yang luar biasa,” pungkas Nuh.

Selain itu, dengan hasil konvensi UN ini menurut Nuh juga akan dijadikan landasan untuk melakukan pemetaan pendidikan sampai ke tingkat satuan pendidikan yang terkecil sebagai upaya untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Indonesia.

Redaktur/Foto : Dwi Purnawan (ikuti di Twitter @dwi_itudua)