Putus, Jalur Alternatif Wonosobo-Purworejo Tak Bisa Digunakan Mudik Lebaran

oleh -13974 views
Hadi Santoso meninjau lokasi jalan yang putus di Purworejo
Hadi Santoso meninjau lokasi jalan yang putus di Purworejo

Pacitanku.com, PURWOREJO—Jalur alternatif yang menghubungkan dua kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Purworejo belum bisa digunakan untuk arus mudik Lebaran tahun ini. Pasalnya, jalur yang berada di ruas Kepil-Kemiri Kilometer 167 tersebut sudah terputus sejak Desember 2012, dan sampai saat ini belum bisa dipakai karena belum selesai.

Menurut Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hadi Santoso, untuk menyelesaikan pembangunan ruas jalan tersebut dibutuhkan pengerukan bukit yang membutuhkan banyak waktu, sehingga momentum Lebaran belum bisa digunakan untuk kendaraan, terutama roda empat.

“Untuk pembangunan ini relokasi ini harus melakukan pengerukan bukit sebanyak 82.000 m3, dengan Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD) Jateng sebayak 5,2 miliar. Sementara ruas panjang jalan yang terputus 330 meter tersebut harus direlokasi melalui bukit yang berada di sisi sebelah kanan jalan, “ terang Hadi, Senin (29/7) saat melakukan kunjungan Kerja DPRD Jateng ke Kabupaten Purworejo.

Pembangunan ruas jalan alternatif ini, imbuh Hadi, sebenarnya  sudah dimulai bulan Mei 2013, namun karena ada kencala curah hujan yg masih tinggi menyebabkan pengerukan bukit menjadi tidak bisa maksimal. “Dengan melihat cuacana ini diperkirakan akan selesai 25 September tahun ini,” tandas Aleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Namun demikian, para pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua masih bisa melewati jalan alternatif ini dengan mempertimbangkan kondisi cuaca menjelang Lebaran nanti. “Untuk kepentingan arus mudik lebaran ini untuk pengendara sepeda motor bisa lewat dengan catatan tidak hujan. Karena tanah merah kelempungan jalan sangat licin,”pungkas Aleg dari Daerah Pemilihan IV Jateng (Sragen, Karanganyar dan Wonogiri) ini.

Seperti diketahui, di jalur yang menghubungkan Wonosobo dan Purworejo itu, dinding penahan tanah sepanjang 100 meter dengan ketinggian 6 meter belum selesai di cor, sehingga bisa dipastikan bahwa pada Jalur alternatif ini masih terputus dan belum bisa di lewati pemudik, terutama yang menggunakan kendaraan roda empat. (Dep/Pct)