Pacitanku.com, ARJOSARI-Wisata susur sungai perdana di Kabupaten Pacitan, River Tubing Grindulu, resmi diluncurkan di Rest Area Km 17, Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari, Senin (24/8/2026).
Menawarkan sensasi berinteraksi langsung dengan arus sungai yang menyegarkan, wahana baru ini langsung diserbu para pemengaruh (influencer) dan pejabat daerah, terlebih dengan adanya promo tiket super murah seharga Rp27 ribu per orang.
Pengembangan wahana ini merupakan hasil kolaborasi antara BUMDes Kedungbendo dan manajemen Rest Area Km 17 Pacitan.
Khusus untuk menarik wisatawan pada bulan pertama peluncuran, tarif normal Rp50 ribu dipangkas menjadi Rp27 ribu.
Biaya tersebut sudah mencakup fasilitas lengkap berupa penyewaan ban, pelampung, helm, serta pendampingan dari pemandu.
Peluncuran wahana ini tidak sekadar peresmian formal.
Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Djoko Putro Utomo, bersama sejumlah influencer turut menceburkan diri dan menjajal langsung keseruan menyusuri aliran Sungai Grindulu.
Manajer River Tubing Grindulu, Catur Indriyani, mengatakan bahwa destinasi tersebut dirancang untuk menyuguhkan pengalaman rekreasi air yang berbeda.
Ia optimistis tempat ini mampu menyusul kepopuleran Sungai Maron dan Kali Cokel.
“River Tubing Grindulu ini wahana air yang bisa berinteraksi langsung dengan air, wisata tubing satu-satunya di Pacitan. Sehingga wisatawan bisa langsung merasakan gelombangnya, segar airnya, serunya,” kata Catur.
Selain mengandalkan daya tarik sungai, pengelola juga membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi di dalam satu kawasan.
Di Rest Area Km 17, pengunjung dapat menikmati fasilitas restoran, kedai kopi, toko oleh-oleh, hingga menjajal lintasan ATV bertarif Rp85 ribu untuk jarak 1 kilometer, serta sirkuit mini track seharga Rp70 ribu.

Mewakili Bupati Pacitan, Staf Ahli, Djoko Putro Utomo memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi tersebut.
Namun, ia mengingatkan agar tata kelola wisata tetap memprioritaskan standar pelayanan dan keselamatan wisatawan.
“Kami berterima kasih atas kerja keras tim River Tubing Grindulu. Wisata di Pacitan memang awalnya harus rapi dulu, bersih, juga mempunyai daya tahan dan bergerak terus,” tegas Djoko.
Upaya pengembangan kawasan wisata ini diharapkan mampu membawa dampak signifikan bagi warga sekitar.
Ketua BUMDes Kedungbendo, Sartono, menuturkan bahwa inisiatif ini adalah langkah awal menggerakkan roda ekonomi desa.
“Dengan berbagai kekurangan kami, kami berani meluncurkan yang tujuannya untuk membangkitkan potensi desa. Syukur-syukur nanti bisa mengarah ke ekonomi kerakyatan yang bisa menopang nilai tambah masyarakat kami,” ungkap Sartono.
Hal senada juga ditekankan oleh Kepala Desa Kedungbendo, Sugianto.
Ia menyatakan komitmen dan dukungan penuh dari pemerintah desa agar destinasi wisata baru ini terus berkembang secara berkelanjutan.








