Pukau Ratusan Wali Murid, Siswa SRT 1 Pacitan Suguhkan Kolaborasi Tari Kethek Ogleng dan Sasmita Ing Kukus

oleh -277 Dilihat
Siswa SRT 1 Pacitan memadukan keenerjikan Tari Kethek Ogleng dengan kekhidmatan Sasmita Ing Kukus dalam acara Open House sekolah. (Foto: Putro Primanto/ Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN-Suasana pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Open House di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Pacitan berlangsung meriah sekaligus magis.

Menggabungkan kesenian tradisional khas daerah dengan garapan tari kontemporer penuh makna spiritual, aksi kolaborasi Tari Kethek Ogleng dan Sasmita Ing Kukus sukses menyihir ratusan pasang mata para orang tua dan tamu undangan yang hadir.

Pertunjukan seni tersebut diawali dengan alunan musik tradisional bertempo energik.

Penari Kethek Ogleng seketika melompat ke atas panggung, membawakan gerak khas kera putih yang lincah, jenaka, namun tetap sarat nilai estetika.

Para siswa membawakan narasi cerita rakyat tentang Raden Panji Asmorobangun yang menyamar demi mencari sang pujaan hati, Dewi Sekartaji dengan sangat apik.

Tak berhenti pada kemeriahan gerak atraktif Kethek Ogleng, ritme panggung perlahan bertransformasi menjadi lebih khidmat lewat pementasan tarian Sasmita Ing Kukus.

Menggunakan properti kukusan dan balutan musik tradisi kontemporer, tarian ini membawa pesan filosofis mendalam tentang doa, harapan, serta isyarat (sasmita) yang dipanjatkan setinggi-tingginya kepada Sang Pencipta.

Riuh tepuk tangan penonton mengudara di akhir pementasan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para siswa serta pelatih dalam menyuguhkan seni pertunjukan berkualitas.

Kepala SRT 1 Pacitan, Nanang Adang Kusdinar, menyampaikan rasa bangganya terhadap bakat dan antusiasme para siswa dalam melestarikan warisan budaya lokal.

“Para penampil merupakan siswa SRT 1 Pacitan yang kami bina dan latih secara intensif melalui kegiatan ekstrakurikuler serta kokurikuler di sekolah,” jelas Nanang.

Pementasan ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda Pacitan untuk terus mencintai dan menjaga kekayaan seni budaya daerah di tengah arus modernisasi.

Sebagai informasi, SRT 1 Pacitan berdiri di atas lahan seluas 7,7 hektare.

Fasilitas pendidikan terintegrasi ini disiapkan untuk menaungi proses belajar mengajar mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).