Pacitanku.com, PACITAN — Kontingen SMPN 1 Ngadirojo sukses memukau penonton lewat pertunjukan bertema siklus kehidupan bambu dalam perhelatan Festival Ronthek Pacitan 2026 di depan Kantor Bupati Pacitan, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jumat (17/7/2026).
Membawa konsep “Rumpun Bambu”, para pelajar ini secara apik memvisualisasikan perjalanan bambu mulai dari fase rebung, tumbuh menjadi batang yang kuat, hingga menjelma menjadi instrumen musik dengan dentingan harmonis.
Ketua Rombongan Rontek SMP, Supadi, menjelaskan bahwa kualitas suara yang dihasilkan dalam pertunjukan sangat bergantung pada pemilihan material bambu yang tepat.
“Konsep kami adalah dari rumpun bambu, mulai dari rebung, tumbuh menjadi bambu, hingga menjadi rimbunan bambu. Untuk thetek (alat musik bambu) sendiri, bambunya tidak sembarang, harus memilih yang benar-benar baik agar menghasilkan dentingan yang bagus,”kata Supadi saat ditemui di sela kegiatan.
Lebih lanjut, Supadi mengungkapkan bahwa kontingen SMPN 1 Ngadirojo bertindak sebagai perwakilan seluruh SMP di Kabupaten Pacitan. Mengingat waktu persiapan yang kurang dari setengah bulan, para siswa harus menjalani latihan intensif tiga kali sehari.
“Hambatannya sebenarnya hanya waktu. Persiapan kami terbatas, tidak sampai setengah bulan, sehingga kami harus benar-benar latihan rutin pagi, siang, dan malam agar ini bisa tampil maksimal,” tambahnya.
Meski dengan persiapan singkat, narasi pertunjukan berhasil menyampaikan pesan mendalam bahwa keindahan seni dimulai dari kecintaan terhadap alam. Filosofi tersebut menggambarkan bahwa menanam dan merawat bambu secara bijaksana adalah langkah nyata menjaga warisan budaya bagi generasi mendatang.
Ke depan, Supadi berharap dukungan bagi kegiatan kesenian siswa SMP dapat ditingkatkan. Ia menyoroti persoalan keterbatasan biaya yang selama ini masih menjadi kendala utama, agar ajang serupa kelak tidak hanya terbatas pada satu perwakilan sekolah saja.
Video LIVE STREAMING RELAY: Festival Ronthek Pacitan 2026 Hari ke-1 | 17 Juli 2026











